Pengaruh Program Pemberdayaan Kuliner Terhadap Fungsi Sosial Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Kabupaten Gresik

Authors

  • Salsadilla March Nur Huda Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Mochamad Faishal Riza Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Shobihatus Syifak Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
  • Hafid Algristian Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.55681/sentri.v5i9.7353

Keywords:

ODGJ, pemberdayaan kuliner, fungsi sosial

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sering mengalamipenurunan fungsi sosial yang berdampak pada kemampuanmereka untuk berinteraksi, terlibat dalam kegiatan, dan berpartisipasi dalam masyarakat. Intervensi berbasis pemberdayaan, seperti program keterampilan kuliner, berpotensi meningkatkan kapasitas fungsional dan kemandirian ODGJ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Program Pemberdayaan Kuliner terhadap fungsi sosial ODGJ di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan rancangan satu kelompok dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 10 responden berpartisipasi dalam program pemberdayaan kuliner selama periode intervensi. Fungsi sosial diukur menggunakan Skala Fungsi Sosial (Social Functioning Scale/SFS) sebelum dan sesudah program. Analisis Wilcoxon Signed Rank (WRS) digunakan untuk menguji pengaruh intervensi. Korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara perubahan gejala klinis (PANSS-P, PANSS-N, dan PANSS-G) dan perubahan fungsi sosial. Terdapat peningkatan skor fungsi sosial yang signifikan setelah mengikuti program (p = 0,005). Seluruh responden mengalami peningkatan fungsi sosial (peringkat positif = 10). Analisis korelasi menunjukkan bahwa perubahan gejala klinis tidak berhubungan dengan perubahan fungsi sosial (p > 0,05). Program Pemberdayaan Kuliner secara signifikan meningkatkan fungsi sosial orang dengan gangguan jiwa, meskipun peningkatan tersebut tidak berhubungan langsung dengan perubahan gejala klinis. Peningkatan fungsi sosial ini memiliki dampak praktis yang kuat. Praktisi kesehatan jiwa dapat mengoptimalkan keterlibatan dan dukungan keluarga serta masyarakat di sekitar orang dengan gangguan jiwa untuk mendorong keberhasilan program serupa di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti R, Nurmala I. Pemberdayaan vokasional untuk meningkatkan fungsi sosial penyandang gangguan jiwa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2021;16(2):112–120.

Damayanti T, Widodo A. Program rehabilitasi psikososial berbasis komunitas untuk penyandang gangguan jiwa. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental. 2021;6(2):85–94.

Fitriyani R, Handayani S. Fungsi sosial penyandang gangguan jiwa dalam program rehabilitasi berbasis masyarakat. Jurnal Sosial Humaniora. 2022;13(1):45–56.

Fitriani N, Widyastuti Y. Analisis faktor terhadap konstruk pemulihan pada pasien gangguan jiwa: Pendekatan psikometri. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2022;13(3):214–223.

Gunawan A, Setiawan R. Kegiatan produktif dalam meningkatkan keberfungsian sosial klien skizofrenia. Jurnal Suara Forikes. 2022;13(1):40–48.

Handayani M, Puspitasari D. Pelatihan kuliner sebagai upaya peningkatan fungsi sosial penyandang gangguan jiwa. Jurnal Kesehatan Nusantara. 2024;8(1):22–31.

Hapsari N, Sulistiyo A. Modal sosial komunitas dalam pemulihan psikiatri berbasis masyarakat. Jurnal Sosiologi Reflektif. 2023;17(1):89–102.

Hapsari R, Wijaya H. Uji reliabilitas antarpenilai pada skala fungsi sosial pasien psikiatri. Jurnal Penelitian Kesehatan. 2020;9(3):155–162.

Isnaini F, Nurjanah S. Pemberdayaan ekonomi keluarga ODGJ melalui kegiatan usaha mikro. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat. 2022;4(1):33–41.

Janney CA, Turner M, Parker S. Community participation and stigma reduction among individuals with mental illness. Jurnal Sistem Kesehatan Indonesia. 2023;17(1):22–34.

Juniarti A. Rehabilitasi mental berbasis komunitas terhadap kualitas hidup ODGJ di layanan primer. Jurnal Kesehatan Sosial. 2023.

Kim S, Lee G, Jung S. Community-based vocational rehabilitation and social functioning improvements among individuals with mental illness: A systematic review. Psychiatr Ment Health Nurs. 2021;28(5):896–908.

I-NAMHS. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey. 2022.

Lestari W, Sitorus R. Pelatihan kemandirian dan adaptasi sosial pasien pasca perawatan jiwa. Jurnal Kesehatan Holistik. 2021;15(2):112–119.

Lubis RH, Ramdhani N. Validasi instrumen pengukuran fungsi sosial pada pasien psikiatri rawat jalan. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia. 2019;8(1):1–12.

Marpaung NZ, Harahap RH. Rehabilitasi psikososial sebagai upaya mencapai kemandirian bagi pasien gangguan jiwa skizofrenia di RSMM Bogor. 2025.

Mulyani S, Pradipta A. Efektivitas kegiatan kelompok dalam meningkatkan interaksi sosial ODGJ. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2023;26(1):73–82.

Nurdin S, Hidayat R. Pengembangan instrumen pemulihan pasien skizofrenia berbasis pendekatan klinis dan sosial. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2021;24(1):45–56.

Ojha R, Kafle S, Shrestha P. Social reintegration and functional recovery among people with severe mental illness: Community-based perspectives. BMC Psychiatry. 2023;23(1).

Purnama DA, Amir N, Budiman R, Ariawan HI. Uji validitas dan reliabilitas Personal and Social Performance Scale pada pasien skizofrenia di Indonesia. Cermin Dunia Kedokteran. 2012;39(2):98–101.

Putri S, Hidayati R. Hubungan fungsi sosial dengan kualitas hidup penyandang gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2021;24(2):101–110.

Rahmawati I, Putra B. Peran komunitas dalam pemulihan psikosial pasien skizofrenia. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental. 2022;7(1):33–40.

Ramadhan M, Kusuma F. Pengaruh program usaha mikro terhadap kepercayaan diri ODGJ. Jurnal Psikososial Indonesia. 2024;5(1):55–63.

Ramadhan M, Rahayu S. Evaluasi program pemberdayaan ekonomi bagi ODGJ di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2023;18(3):201–210.

Suryani T, Rahmawati N. Dukungan komunitas dalam pemulihan psikosial penyandang skizofrenia. Jurnal Sehat Mandiri. 2023;18(1):1–10.

Susanti R, Nurani D. Digitalisasi usaha mikro dalam meningkatkan ketahanan bisnis. Jurnal Ekonomi dan Komunitas. 2023;5(1):89–97.

Ting W, Yap C, Lew S. Empowerment-based rehabilitation and vocational engagement for persons with mental illness: A narrative review. Front Psychiatry. 2022;13.

World Health Organization. Mental health: strengthening our response. 2021.

Widyaningsih L, Marlina A. Program day care dalam meningkatkan fungsi sosial ODGJ. J Care. 2022;10(3):511–520.

Yunita N, Safitri H. Program pemberdayaan keluarga dan dampaknya terhadap kemandirian ODGJ. Jurnal Pengabdian Kesehatan. 2020;3(2):56–63.

Algristian H, Bistara DN, Fitriyah FK, Fasya AH. Pencegahan kekambuhan melalui pelatihan deteksi dini bagi keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Gresik. Seno Dimas II UNISNU Jepara. 2022.

Downloads

Published

2026-09-27

How to Cite

Huda, S. M. N., Riza, M. F., Syifak, S., & Algristian, H. (2026). Pengaruh Program Pemberdayaan Kuliner Terhadap Fungsi Sosial Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Kabupaten Gresik. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(9), 5141–5151. https://doi.org/10.55681/sentri.v5i9.7353