Model Hibrida Pembelajaran Pendidikan Jasmani Memadukan Aktivitas Fisik Konvensional dan Inovasi Digital Fitness

Authors

  • Shafira Shafira Universitas Nahdatul Ulama Mataram
  • Tauhid Tauhid Institut Pendidikan Nusantara Global
  • Topan Topan Institut Pendidikan Nusantara Global

DOI:

https://doi.org/10.55681/jiopj.v3i1.7333

Keywords:

Pendidikan Jasmani, Model Hibrida, Digital Fitnes, Simulasi Monte Carlo, VO2 Max

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan Model Hibrida dalam kurikulum Pendidikan Jasmani, yang memadukan aktivitas motorik konvensional dengan inovasi digital fitness (aplikasi pelacak kebugaran, wearable devices, dan gamifikasi). Menurunnya tingkat partisipasi aktif peserta didik akibat kebosanan terhadap metode tradisional serta tingginya paparan gaya hidup sedenter menjadi latar belakang utama penelitian ini. Mengingat tantangan dalam melakukan eksperimen longitudinal berskala masif, studi ini menggunakan metode penelitian in silico melalui pendekatan simulasi komputasional berbasis Monte Carlo dan pemodelan regresi eksponensial. Simulasi dieksekusi terhadap 10.000 entitas siswa virtual selama siklus 12 minggu untuk memproyeksikan dinamika kepatuhan (adherence rate) dan parameter fisiologis kardiovaskular. Hasil komputasi menunjukkan bahwa kelompok model hibrida mencatatkan peningkatan kapasitas aerobik (VO2 Max) sebesar 18,4% dibandingkan kelompok konvensional yang hanya mencapai 7,2%. Perhitungan fungsi peluruhan eksponensial membuktikan bahwa integrasi digital fitness berhasil menekan laju penurunan motivasi (dropout rate) secara drastis, mempertahankan kepatuhan di atas 83,5% pada minggu ke-12, dibandingkan model konvensional yang anjlok ke level 45,8%. Penelitian ini secara teoretis dan matematis menyimpulkan bahwa ekosistem pembelajaran jasmani hibrida jauh lebih superior dalam mempertahankan keterlibatan siswa (student engagement) dan mengoptimalkan luaran kebugaran jasmani melalui mekanisme umpan balik data secara real-time.

References

Ahmad, T. (2021). Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Jasmani Berbasis Society 5.0. Jurnal Ilmiah Pendidikan Olahraga, 9(1), 34-45.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bouchard, C., Blair, S. N., & Haskell, W. L. (2022). Physical Activity and Health (3rd ed.). Human Kinetics.

Burhan N., dkk. (2004). Statistik Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Casey, A., Goodyear, V. A., & Armour, K. M. (2020). Digital Technologies and Learning in Physical Education: Pedagogical Cases. Routledge.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2012). Self-determination theory. In Handbook of theories of social psychology (Vol. 1, pp. 416-437). Sage Publications Ltd.

Dwi, P. (2011). Buku SPSS Analisis Statistika Data. Yogyakarta: Mediakom.

Forrester, J. W. (1961). Industrial Dynamics. Cambridge: MIT Press.

Gao, Z., Lee, J. E., & McDonough, D. J. (2021). Impact of Wearable Fitness Trackers and Gamification on Physical Activity and Body Composition in Adolescents. Journal of Clinical Medicine, 10(23), 5634.

Garcia-Lopez, J., & Peleteiro, J. (2020). Markerless Motion Capture in Sports Biomechanics: A Computational Approach. Journal of Biomechanics, 102, 109654.

Hamzan, A. (2015). Metodologi Pembelajaran Olahraga Tradisional. Mataram: Cipta Pustaka.

Harsono. (2014). Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: CV Tambak Kusuma.

Iqbal, H. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Kemenpora RI. (2020). Grand Design Pembangunan Olahraga Nasional 2020-2045. Jakarta: Kemenpora RI.

Kim, Y., & Cardinal, B. J. (2022). Hybrid Physical Education: Efficacy of Combining Face-to-Face and Online Fitness Modules. Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 93(4), 18-25.

Kusuma, D. A. (2023). Kearifan Lokal dalam Kurikulum Merdeka: Strategi Pelestarian Permainan Tradisional Melalui Pendekatan Digital. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia, 8(1), 45-60.

Macal, C. M., & North, M. J. (2021). Tutorial on Agent-Based Modeling and Simulation. Journal of Simulation, 4(3), 151-162.

Maksum, A. (2012). Metodologi Penelitian Dalam Olahraga. Surabaya: Unesa University Press.

Miller, E. M., & Johnson, P. L. (2022). The Impact of Digital Feedback Loops on Skill Acquisition in Youth Sports Simulation Models. Journal of Sports Sciences, 40(11), 1230-1242.

Mooney, R., Corley, G., Godfrey, A., Quinlan, L. R., & ÓLaighin, G. (2023). Inertial Sensor Technology for Elite Sports Performance Analysis: A Computational Simulation Approach. Sports Engineering, 26(1), 45-59.

Sallis, J. F., & McKenzie, T. L. (2021). Physical Education's Role in Public Health: Steps Forward and New Digital Paradigms. Research Quarterly for Exercise and Sport, 92(2), 123-135.

Sterman, J. D. (2020). Business Dynamics: Systems Thinking and Modeling for a Complex World. McGraw-Hill Education.

Sudjana. (2002). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Syaifuddin, A. (2012). Penjasorkes dan Pendidikan Karakter. Jakarta: Balai Pustaka.

Trepel, D., & Kelleher, C. (2024). Using Monte Carlo Simulations in Exercise Science to Predict Cohort Interventions. Journal of Computational Biology and Sports Medicine, 12(3), 112-128.

Downloads

Published

2025-06-21