Konsep Ekonomi Hijau pada Pariwisata Olahraga Dari Pelestarian Alam Permainan Tradisional hingga Industri E-Sports Berkelanjutan

Authors

  • Ramdhan Ramdhan Universitas Nahdatul Ulama Mataram
  • Ahmad Faris Institut Pendidikan Nusantara Global
  • Arya Arya Institut Pendidikan Nusantara Global

DOI:

https://doi.org/10.55681/jiopj.v2i2.7330

Keywords:

Ekonomi Hijau, Pariwisata Olahraga, E-Sports Berkelanjutan, Jejak Karbon, G-ROI, Visualisasi Multidimensi, Simulasi Monte Carlo

Abstract

Penelitian ini secara mendalam menginvestigasi penerapan kerangka konseptual Ekonomi Hijau (Green Economy) di dalam sektor industri pariwisata olahraga (sports tourism). Riset ini menyoroti dikotomi ekologis dengan membandingkan dua kutub aktivitas ekstrem: olahraga tradisional yang bersinergi langsung dengan alam (seperti pacu jalur dan selancar) berhadapan dengan industri e-sports perkotaan yang bertumbuh eksponensial namun sangat padat energi. Merespons ancaman krisis iklim dan urgensi transisi pariwisata berkelanjutan, penelitian ini mengeksekusi pendekatan simulasi komputasional in silico menggunakan algoritma stokastik Monte Carlo dengan menghasilkan 10.000 iterasi data probabilitas. Pemodelan ini dirancang untuk mengalkulasi dan membandingkan Jejak Karbon absolut (Carbon Footprint dalam kg CO2e) serta metrik profitabilitas ramah lingkungan berupa Green Return on Investment (G-ROI). Untuk memberikan kebaruan visualisasi analitik, studi ini memetakan profil multidimensi melalui Radar Chart, membedah komposisi bauran energi melalui Donut Chart, dan mengevaluasi koefisien determinasi antar-variabel menggunakan Matriks Korelasi (Heatmap). Tiga skenario tata kelola dievaluasi secara komparatif: (1) Olahraga Tradisional berbasis alam, (2) E-Sports Konvensional berbasis grid fosil, dan (3) E-Sports Berkelanjutan dengan intervensi Smart Grid. Analisis signifikansi statistik dieksekusi menggunakan Kruskal-Wallis H-Test dan Mann-Whitney U Exact Test untuk mengakomodasi heteroskedastisitas distribusi data. Hasil komputasi menyingkap temuan transformatif: olahraga tradisional bertindak sebagai pariwisata nol-karbon semu (quasi zero-carbon) dengan emisi nyaris nihil (42,5 kg CO2e), memancarkan G-ROI yang sehat namun memiliki batas skalabilitas ekonomi. Sebaliknya, E-Sports Konvensional mencatatkan bencana ekologis dengan rata-rata 1.450,8 kg CO2e per event akibat inefisiensi sistem pendingin. Namun, melalui transisi bauran energi (diilustrasikan pada Donut Chart), Skenario E-Sports Berkelanjutan berhasil memangkas emisi karbon secara signifikan sebesar 68,5% (p < 0,001), mendongkrak valuasi G-ROI menjadi $74.95 per kilogram CO2e. Kesimpulannya, integrasi ekonomi hijau pada pariwisata olahraga modern menuntut skema subsidi-silang (cross-subsidization): pemerintah wajib menjaga kesucian ekosistem spasial alam untuk olahraga tradisional, yang pendanaannya disokong oleh retribusi karbon dari industri e-sports yang telah didekarbonisasi melalui energi terbarukan.

References

Adisasmita, Yusuf. (1992). Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta: Depdikbud Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Ali Maksum. (2012). Metodologi Penelitian Dalam Olahraga. Semarang: Unesa University Press.

Becken, S., & Patterson, M. (2006). Measuring national carbon dioxide emissions from tourism as a key step towards achieving sustainable tourism. Journal of sustainable tourism, 14(4), 323-338.

Boudreau, K. J., & Sweeney, M. (2020). The Carbon Footprint of Gaming and E-Sports: Towards a Sustainable Digital Entertainment Industry. Journal of Industrial Ecology, 24(5), 1012-1025.

Bramwell, B., & Lane, B. (2011). Critical research on the governance of tourism and sustainability. Journal of Sustainable Tourism, 19(4-5), 411-421.

Burhan Nurgiyantoro, dkk. (2004). Statistik Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Cici Diah Lutfi Nurhayati dan Acmad Widodo. (2018). Analisis Biomekanika Lari Jarak Pendek. Jurnal Pendidikan Jasmani, 2(1).

Didik Zafar. (2010). Mengajar dan melatih Atletik. Bandung: Rosdakarya.

Dwi Priyanto. (2011). Buku SPSS Analisis Statistika Data. Yogyakarta: Mediakom.

Dwyer, L., Forsyth, P., & Spurr, R. (2004). Evaluating tourism's economic effects: new and old approaches. Tourism management, 25(3), 307-317.

Eddy Purnomo. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Yogakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Ginanjar Atmasubrata. (2012). Modul Pembelajaran Atletik Dasar. Jakarta: Erlangga.

Gretzel, U., Sigala, M., Xiang, Z., & Koo, C. (2015). Smart Tourism: Foundations and Developments. Electronic Markets, 25(3), 179-188.

Gössling, S., & Peeters, P. (2015). Assessing tourism's global environmental impact 1900–2050. Journal of Sustainable Tourism, 23(5), 639-659.

Hamzan Ariangga. (2015). Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok. Mataram: Penerbit Olahraga.

Higham, J., & Hinch, T. (2018). Sport Tourism Development. Channel View Publications.

Iqbal Hasan. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Lenzen, M., Sun, Y. Y., Faturay, F., Ting, Y. P., Geschke, A., & Malik, A. (2018). The carbon footprint of global tourism. Nature Climate Change, 8(6), 522-528.

Mills, E., & Bourassa, N. (2019). Taming the Energy Use of Gaming Computers. Energy Efficiency, 12(8), 2111-2127.

Pallant, J. (2020). SPSS Survival Manual: A Step by Step Guide to Data Analysis using IBM SPSS. McGraw-Hill Education.

Paramati, S. R., Alam, M. S., & Chen, C. F. (2017). The effects of tourism on economic growth and CO2 emissions: a comparison between developed and developing economies. Journal of Travel Research, 56(6), 712-724.

Peeters, P., & Dubois, G. (2010). Tourism travel under climate change mitigation constraints. Journal of Transport Geography, 18(3), 447-457.

Saayman, M., & Saayman, A. (2019). The Economic Impact of Sport Tourism Events: A Methodological Review and Simulation Models. Tourism Economics, 25(6), 947-965.

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

UNEP (United Nations Environment Programme). (2021). Green Economy and Tourism: Making Tourism More Sustainable. UNEP Publications.

Downloads

Published

2024-12-26