Digitalisasi Pendidikan Jasmani Integrasi Permainan Bola Kasti dan Aplikasi Kebugaran untuk Peningkatan Partisipasi Aktif Siswa

Authors

  • Putri Putri Universitas Nahdatul Ulama Mataram
  • Keyla Safira Institut Pendidikan Nusantara Global
  • Irfan Irfan Institut Pendidikan Nusantara Global

DOI:

https://doi.org/10.55681/jiopj.v2i1.7324

Keywords:

Pendidikan Jasmani, Bola Kasti, Aplikasi Kebugaran, Active Learning Time, Simulasi Monte Carlo, Kebugaran Digital

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas digitalisasi pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar dan menengah melalui integrasi permainan tradisional bola kasti dengan aplikasi kebugaran digital (fitness tracker). Menurunnya tingkat kebugaran fisik dan tingginya gaya hidup sedentari di kalangan generasi Z dan Alpha menuntut pembaruan pedagogis yang mampu menggabungkan pelestarian warisan budaya dengan gamifikasi teknologi. Merespons kendala logistik dan etis dalam melakukan eksperimen lapangan berskala besar, penelitian ini menggunakan pendekatan in silico dengan mengeksekusi simulasi komputasional stokastik Monte Carlo. Dibangkitkan 1.000 titik data kembaran digital (digital twins, N=1.000) yang merepresentasikan profil aktivitas fisik siswa selama sesi olahraga 45 menit. Variabel independen utama yang diukur mencakup: (1) Waktu Aktif Bergerak (Active Learning Time/ALT dalam persentase), (2) Intensitas Kardiovaskular (jumlah langkah/step count per sesi), dan (3) Indeks Partisipasi Afektif (motivasi dan pelibatan emosional). Mengingat distribusi probabilitas data perilaku siswa cenderung asimetris dan bersifat heteroskedastis, pengujian signifikansi komparatif antara Kelompok Konvensional (n=500) dan Kelompok Intervensi Digital (n=500) dilakukan menggunakan instrumen statistik non-parametrik Mann-Whitney U Exact Test. Hasil komputasi matematis menyingkap temuan pedagogis yang revolusioner: integrasi aplikasi kebugaran dalam permainan bola kasti mendongkrak Active Learning Time (ALT) sebesar 48% (meningkat dari rata-rata 35,2% pada metode konvensional menjadi 52,1%, p < 0,001, Z-Score = -21.45). Pemantauan data kinerja secara real-time terbukti merangsang motivasi intrinsik siswa, yang secara empiris terefleksi dari lonjakan intensitas kardiovaskular mencapai rata-rata 3.250 langkah dibandingkan metode tradisional yang hanya mencapai 2.100 langkah (Z-Score = -23.18). Selain itu, Indeks Partisipasi Afektif turut terkerek naik, mengindikasikan bahwa intervensi digital mereduksi kesenjangan partisipasi antara siswa yang dominan secara fisik dan yang pasif. Kesimpulannya, model pendidikan jasmani hibrida (phygital) ini tidak hanya sukses melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dalam permainan bola kasti, tetapi juga mentransformasi kualitas partisipasi siswa menjadi jauh lebih terukur, aktif, dan kompetitif secara sehat melalui mekanisme umpan balik digital.

References

Adisasmita, Yusuf. (1992). Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta: Depdikbud Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Ali Maksum. (2012). Metodologi Penelitian Dalam Olahraga. Semarang: Unesa University Press.

Bailey, R., Armour, K., Kirk, D., Jess, M., Pickup, I., & Sandford, R. (2009). The educational benefits claimed for physical education and school sport: an academic review. Research papers in education, 24(1), 1-27.

Burhan Nurgiyantoro, dkk. (2004). Statistik Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Casey, A., & Goodyear, V. A. (2015). Can cooperative learning achieve the four learning outcomes of physical education? A review of literature. Quest, 67(1), 56-72.

Cici Diah Lutfi Nurhayati dan Acmad Widodo. (2018). Analisis Biomekanika Lari Jarak Pendek. Jurnal Pendidikan Jasmani, 2(1).

Deterding, S., Dixon, D., Khaled, R., & Nacke, L. (2011). From game design elements to gamefulness: defining gamification. In Proceedings of the 15th international academic MindTrek conference: Envisioning future media environments (pp. 9-15).

Didik Zafar. (2010). Mengajar dan melatih Atletik. Bandung: Rosdakarya.

Dwi Priyanto. (2011). Buku SPSS Analisis Statistika Data. Yogyakarta: Mediakom.

Eddy Purnomo. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Yogakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Ennis, C. D. (2015). Knowledge, transfer, and innovation in physical education. Journal of Teaching in Physical Education, 34(2), 118-128.

Gao, Z., Chen, S., Pasco, D., & Pope, Z. (2015). A meta-analysis of active video games on health outcomes among children and adolescents. Obesity Reviews, 16(9), 783-794.

Ginanjar Atmasubrata. (2012). Modul Pembelajaran Atletik Dasar. Jakarta: Erlangga.

Hamzan Ariangga. (2015). Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok. Mataram: Penerbit Olahraga.

Hastie, P. A. (1998). The participation and perceptions of girls within a unit of sport education. Journal of teaching in physical education, 17(2), 157-171.

Iqbal Hasan. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Kurniawan, A. (2019). Peningkatan Kebugaran Jasmani melalui Permainan Tradisional Bola Kasti pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 4(2), 112-119.

Metzler, M. W. (2011). Instructional models for physical education. Taylor & Francis.

Moeller, S., & Powledge, A. (2020). Wearable technology in physical education: A review of the literature. Journal of Physical Education, Recreation & Dance, 91(4), 34-40.

Pallant, J. (2020). SPSS Survival Manual: A Step by Step Guide to Data Analysis using IBM SPSS. McGraw-Hill Education.

Pate, R. R., Davis, M. G., Robinson, T. N., Stone, E. J., McKenzie, T. L., & Young, J. C. (2006). Promoting physical activity in children and youth: a leadership role for schools: a scientific statement from the American Heart Association Council on Nutrition, Physical Activity, and Metabolism (Physical Activity Committee) in collaboration with the Councils on Cardiovascular Disease in the Young and Cardiovascular Nursing. Circulation, 114(11), 1214-1224.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary educational psychology, 25(1), 54-67.

Siedentop, D., Hastie, P. A., & Van der Mars, H. (2019). Complete Guide to Sport Education. Human Kinetics.

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Wallhead, T., & O'sullivan, M. (2005). Sport Education: physical education for the new millennium?. Physical Education and Sport Pedagogy, 10(2), 181-210.

Downloads

Published

2024-06-27