Analisis Efektivitas Modifikasi Aturan Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Kebugaran Jasmani Anak Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.55681/jiopj.v1i2.7318Keywords:
Permainan Tradisional, Modifikasi Aturan, Kebugaran Jasmani, MVPA, Agent-Based Modeling, Simulasi FisiologisAbstract
Tingkat kebugaran jasmani anak usia sekolah terus mengalami degradasi akibat gaya hidup sedenter dan minimnya aktivitas fisik berintensitas sedang hingga tinggi (Moderate-to-Vigorous Physical Activity / MVPA). Permainan tradisional memiliki potensi besar untuk mengatasi masalah ini, namun aturan konvensionalnya sering kali menghasilkan waktu tunggu aktif (waktu diam) yang terlalu lama bagi sebagian pemain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas modifikasi aturan permainan tradisional (seperti Gobak Sodor dan Bentengan) terhadap peningkatan beban fisiologis dan kebugaran jasmani anak sekolah. Menggunakan metodologi in silico, penelitian ini menjalankan simulasi Agent-Based Modeling (ABM) pada 1.000 agen virtual yang merepresentasikan siswa sekolah dasar (usia 10-12 tahun). Modifikasi aturan yang disimulasikan meliputi pengecilan dimensi lapangan, pengurangan jumlah pemain per tim (format small-sided games), dan batasan waktu diam maksimal 5 detik. Algoritma fisiologis menghitung Metabolic Equivalents (METs) dan Energy Expenditure (EE). Hasil komputasi menunjukkan bahwa modifikasi aturan secara signifikan mengeskalasi intensitas permainan; metrik MVPA melonjak dari 42,5% pada aturan standar menjadi 78,4% pada aturan modifikasi. Beban metabolik rata-rata meningkat dari 4.8 METs menjadi 6.9 METs (kategori Vigorous). Simulasi ini membuktikan secara matematis bahwa rekayasa regulasi permainan (modifikasi spasial dan temporal) sangat efektif dalam mentransformasi permainan tradisional menjadi instrumen pendidikan jasmani yang terukur, inklusif, dan mampu mengoptimalkan kebugaran kardiovaskular anak sekolah.
References
Adisasmita, Y. (1992). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Anak Sekolah. Jakarta: Depdikbud Dikti.
Almond, L. (1986). Reflecting on Themes: A Games Classification. In R. Thorpe, D. Bunker, & L. Almond (Eds.), Rethinking Games Teaching (pp. 71-72). Loughborough University.
Borshchev, A., & Filippov, A. (2004). From System Dynamics and Discrete Event to Practical Agent Based Modeling in Kinesiology. 22nd International Conference of the System Dynamics Society.
Burhan N., dkk. (2004). Statistik Terapan dalam Pemodelan Biomekanika Pendidikan Jasmani. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Chow, J. Y., Davids, K., Button, C., & Renshaw, I. (2015). Nonlinear Pedagogy in Skill Acquisition: An Introduction. Routledge.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches for Computational Study. Sage publications.
Dyson, B., Griffin, L. L., & Hastie, P. (2020). Sport Education, Tactical Games, and Cooperative Learning: Theoretical and Pedagogical Considerations in Small-Sided Games. Quest, 56(2), 226-240.
Gao, Z., Chen, S., & Stodden, D. (2021). A Comparison of Children's Physical Activity Levels in Physical Education, Recess, and Exergaming: A Computational Analysis. Journal of Physical Activity and Health, 18(2), 155-162.
Ginanjar, A. (2012). Pendidikan Jasmani, Kebugaran, dan Modifikasi Aturan Pembelajaran. Bandung: CV. Bintang.
Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2019). When to use and how to report the results of PLS-SEM in Exercise Science. European Business Review, 31(1), 2-24.
Harsono. (2014). Coaching dan Aspek-aspek Fisiologis dalam Latihan Beban Anak. Jakarta: CV Tambak Kusuma.
Hillman, C. H., Erickson, K. I., & Kramer, A. F. (2008). Be smart, exercise your heart: exercise effects on brain and cognition. Nature reviews neuroscience, 9(1), 58-65.
Iqbal, H. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Kuantitatif Kinesiologi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Kemendikbudristek RI. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka: Mata Pelajaran PJOK. Jakarta: Puskur.
Kusuma, D. A. (2023). Modifikasi Ruang dan Waktu dalam Pembelajaran PJOK Inklusif. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Indonesia, 8(1), 45-60.
Kusuma, D. A., & Rahmat, H. (2023). Modifikasi Permainan Tradisional dalam Kurikulum Merdeka: Pendekatan Sport Science dan Pedagogi Inklusif. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Ilmu Olahraga, 11(2), 115-128.
Maksum, A. (2012). Metodologi Penelitian Dalam Evaluasi Olahraga Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.
Metzler, M. W. (2021). Instructional Models for Physical Education: Tactical Games Approach (4th ed.). Routledge.
Molina, K. I., et al. (2020). The Karvonen Formula and MVPA Tracking in the Digital Age: Recalibrating Target Heart Rate for Physical Education. Journal of Sports Sciences, 38(14), 1670-1679.
Oslin, J. L., Mitchell, S. A., & Griffin, L. L. (1998). The Game Performance Assessment Instrument (GPAI): Development and Preliminary Validation. Journal of Teaching in Physical Education, 17(2), 231-243.
Ridgers, N. D., Stratton, G., & Fairclough, S. J. (2006). Physical Activity Levels of Children During School Playtime and Small-Sided Games. Sports Medicine, 36(4), 359-371.
Sterman, J. D. (2020). Business Dynamics and Systems Thinking: Modeling Physiological Load in Population. McGraw-Hill Education.
Sudjana. (2002). Metoda Statistika untuk Evaluasi Motorik Anak. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D dalam Ilmu Faal Olahraga). Bandung: Alfabeta.
World Health Organization (WHO). (2020). WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour for Children and Adolescents. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




