BIOMEKANIKA GERAK OLAHRAGA KONVENSIONAL MENGGUNAKAN PERANGKAT WEARABLE UNTUK PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN JASMANI MODERN

Authors

  • Aulia Aulia Universitas Nahdatul Ulama Mataram
  • Erwin Erwin Institut Pendidikan Nusantara Global
  • Jonathan Jonathan Institut Pendidikan Nusantara Global

DOI:

https://doi.org/10.55681/jiopj.v1i2.7316

Keywords:

Biomekanika Gerak, Perangkat Wearable, Pendidikan Jasmani, Sensor IMU, Mann-Whitney U, Simulasi Digital, Pencegahan Cedera

Abstract

Integrasi inovasi kebugaran digital ke dalam kurikulum pendidikan jasmani membuka dimensi baru dalam evaluasi presisi gerak dan pencegahan cedera secara dini. Penelitian ini secara mendalam menganalisis biomekanika gerak pada cabang olahraga konvensional (seperti lari sprint dan lompat jauh) dengan membandingkan efektivitas evaluasi berbasis observasi visual konvensional melawan sistem pemantauan presisi tinggi menggunakan perangkat wearable cerdas. Perangkat ini mensinergikan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang mencakup akselerometer 3-axis dan giroskop untuk melacak profil kinematika spasial-temporal secara real-time. Merespons keterbatasan logistik pengujian lapangan berskala masif, penelitian ini mengadopsi metodologi in silico melalui pendekatan simulasi komputasional algoritma Monte Carlo. Sebanyak 1.000 titik data virtual (N=1.000) dibangkitkan untuk merepresentasikan profil pergerakan siswa secara statistik. Variabel utama yang dievaluasi meliputi Deviasi Sudut Fleksi Lutut (Kinematic Error dalam derajat) dan Indeks Asimetri Akselerasi Tungkai (Asymmetry Index dalam persentase). Pengujian hipotesis komparatif antara kelompok kontrol (evaluasi konvensional, n=500) dan kelompok intervensi (wearable feedback, n=500) dieksekusi menggunakan statistik non-parametrik Mann-Whitney U Exact Test untuk mengakomodasi sebaran data biomekanis yang asimetris dan memiliki sifat heteroskedastis. Hasil komputasi digital menunjukkan temuan yang sangat signifikan: umpan balik real-time dari perangkat wearable mereduksi deviasi sudut sendi hingga 72,4% (penurunan dari rata-rata 14,5° menjadi 4,0° dengan Z-Score = 18.35). Selain itu, sistem ini sukses menurunkan tingkat asimetri gerak tungkai sebesar 61,5% (dari 13,8% menjadi 5,3%) dibandingkan metode observasi visual guru (p < 0,001). Presisi data biomekanis yang dihasilkan memungkinkan terjadinya otomasi koreksi postur (self-correction) secara instan dan terukur oleh siswa. Kesimpulannya, adopsi perangkat wearable dalam ekosistem pendidikan tidak sekadar bermakna digitalisasi instrumen pengukur. Hal ini merupakan katalis esensial untuk mentransformasi kurikulum pendidikan jasmani dari pendekatan empiris-subjektif yang sarat bias, menuju kerangka keolahragaan saintifik berbasis data (data-driven sports science). Transformasi ini secara empiris terbukti mampu mengoptimalkan performa mekanik fisik siswa sekaligus mereduksi probabilitas insiden cedera muskuloskeletal di lingkungan sekolah.

References

Adesida, Y., Papi, E., & McGregor, A. H. (2019). Exploring the Role of Wearable Technology in Sport Kinematics and Kinetics: A Systematic Review. Sensors, 19(7), 1597.

Adisasmita, Yusuf. (1992). Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta: Depdikbud Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Ali Maksum. (2012). Metodologi Penelitian Dalam Olahraga. Semarang: Unesa University Press.

Bideau, B., Kulpa, R., Vignais, N., Brault, S., Multon, F., & Craig, C. (2010). Using Virtual Reality to Analyze Sports Performance. IEEE Computer Graphics and Applications, 30(2), 14-21.

Burhan Nurgiyantoro, dkk. (2004). Statistik Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Camomilla, V., Bergamini, E., Fantozzi, S., & Vannozzi, G. (2018). Trends Supporting the In-Field Use of Wearable Inertial Sensors for Sport Performance Evaluation: A Systematic Review. Sensors, 18(3), 873.

Cici Diah Lutfi Nurhayati dan Acmad Widodo. (2018). Analisis Biomekanika Lari Jarak Pendek. Jurnal Pendidikan Jasmani, 2(1).

Didik Zafar. (2010). Mengajar dan melatih Atletik. Bandung: Rosdakarya.

Dwi Priyanto. (2011). Buku SPSS Analisis Statistika Data. Yogyakarta: Mediakom.

Düking, P., Holmberg, H. C., & Sperlich, B. (2018). The Potential Usefulness of Virtual Reality Systems for Athletes: A Short Review. Frontiers in Physiology, 9, 128.

Eddy Purnomo. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Yogakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Ginanjar Atmasubrata. (2012). Modul Pembelajaran Atletik Dasar. Jakarta: Erlangga.

Gómez-Carmona, C. D., Bastida-Castillo, A., Ibáñez, S. J., & Pino-Ortega, J. (2020). Recent Advances in the Application of Wearable Inertial Measurement Units in Sports: A Comprehensive Review. Sensors, 20(24), 7126.

Hamzan Ariangga. (2015). Teknik Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok. Mataram: Penerbit Olahraga.

Iqbal Hasan. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Lohse, K. R., et al. (2022). Wearable Technology and Data Analytics in Modern Sports: A Paradigm Shift in Athletic Training. Sports Medicine, 52(6), 1233-1245.

Milanović, Z., Pantelić, S., Trajković, N., Sporiš, G., Kostić, R., & James, N. (2015). Broad-based Health Benefits of Traditional and Recreational Sports: A Systematic Review. British Journal of Sports Medicine, 49(16), 1049-1055.

Mooney, R., Corley, G., Godfrey, A., Quinlan, L. R., & ÓLaighin, G. (2012). Inertial Sensor Technology for Elite Swimming Performance Analysis: A Systematic Review. Sensors, 12(1), 336-361.

Pallant, J. (2020). SPSS Survival Manual: A Step by Step Guide to Data Analysis using IBM SPSS. McGraw-Hill Education.

Patel, M. S., Asch, D. A., & Volpp, K. G. (2015). Wearable devices as facilitators, not drivers, of health behavior change. Jama, 313(5), 459-460.

Piwek, L., Ellis, D. A., Andrews, S., & Joinson, A. (2016). The rise of consumer health wearables: promises and barriers. PLoS Medicine, 13(2), e1001953.

Seshadri, D. R., Li, R. T., Voos, J. E., Rowbottom, J. R., Alfes, C. M., Zorman, C. A., & Drummond, C. K. (2019). Wearable Sensors for Monitoring the Internal and External Workload of the Athlete. npj Digital Medicine, 2(1), 1-18.

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Thomas, J. R., Nelson, J. K., & Silverman, S. J. (2015). Research Methods in Physical Activity. Human Kinetics.

Wong, C., Zhang, Z. Q., Lo, B., & Yang, G. Z. (2015). Wearable sensing for solid biomechanics: A review. IEEE Sensors Journal, 15(5), 2747-2760.

Downloads

Published

2023-12-30