Strategi Keterlibatan Masyarakat yang Inovatif untuk Kesehatan Masyarakat yang Berkelanjutan: Analisis Perbandingan India dan Indonesia

Authors

  • Kumar Apurvakant Gautam Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Inriati Lewa Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Syahwan Alfianto Amir Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/jige.v7i3.4298

Keywords:

Community Engagement, Public Health, Digital Health, India and Indonesia

Abstract

Community engagement plays a crucial role in improving public health systems by promoting local participation, increasing accessibility of health services, and ensuring culturally relevant interventions. This study presents a comparative analysis of community engagement strategies in India and Indonesia, focusing on health worker models, digital health innovations, and grassroots health movements. India's approach is characterized by government-led initiatives such as the Accredited Social Health Activist (ASHA) program, which has made significant contributions to maternal and child health. In contrast, Indonesia relies on a decentralized health care system driven by community health centers (Puskesmas), community health posts (Posyandu), and faith-based organizations. Using a mixed-methods approach, this study combines bibliometric analysis, policy reviews, and case studies to evaluate the effectiveness of different engagement models. The results show that India has made significant progress in digital health adoption, leveraging mHealth and AI-based telemedicine platforms to improve health care delivery. In contrast, Indonesia's community-based approach fosters strong social cohesion but faces challenges in service standardization and regional disparities.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bajpai, N., & Dholakia, R.H. (2011). Meningkatkan Kinerja Aktivis Kesehatan Sosial Terakreditasi Ddi India. Universitas Columbia.

CDC.gov. (2021). Prinsip Keterlibatan Komunitas. Diakses pada 02 Mei 2025, dari https://www.cdc.gov/healthcommunication/communityengagement.html

Kemenkes.go.id. (2020). Sistem kesehatan terdesentralisasi di Indonesia. Diakses pada 02 Mei 2025, dari https://www.kemkes.go.id/health-decentralization.pdf

Kruk, M.E., et al. (2018). Sistem Kesehatan Berkualitas Tinggi di Era Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Saatnya untuk Sebuah Revolusi. The Lancet Global Health, 6(11), 1196–1252.

Kumar, A., et al. (2020). Intervensi Mhealth Untuk Kesehatan Ibu dan Anak di Negara-Negara Berpendapatan Rendah dan Menengah: Tinjauan Sistematis. Penelitian Layanan Kesehatan BMC, 20 (1),1–12.

Kumar, R., & Singh, M. (2020). Keterlibatan Masyarakat dalam Sistem Layanan Kesehatan: Pelajaran Dari India. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 42(3), 123–130.

Laverack, G. (2017). Praktik Promosi Kesehatan: Membangun Komunitas yang Berdaya . McGraw-Hill Education.

Mehra, S., et al. (2021). Intervensi Kesehatan Digital untuk Petugas Kesehatan Masyarakat di India: Tinjauan Sistematis. Jurnal Penelitian Internet Medis, 23(5).

Nhm.gov.in. (2021). Pedoman Misi Kesehatan Nasional. Diakses pada 02 Mei 2025, dari https://nhm.gov.in/index1.php?lang=1&level=1&sublinkid=968

Olivier, J., & Wodon , Q. (2012). Layanan Kesehatan Berbasis Agama di Afrika: Kasus Indonesia. Diakses pada 02 Mei 2025, dari

https://openknowledge.worldbank.org/handle/10986/12062

Prasetyo, et al. (2020). Peran Posyandu dalam Meningkatkan Hasil Kesehatan Ibu dan Anak di Pedesaan Indonesia. BMC Public Health, 20(1), 1–10.

Prinja, S., et al. (2017). Dampak Asuransi Kesehatan Berbasis Komunitas terhadap Pemanfaatan Layanan Kesehatan dan Perlindungan Risiko Finansial di India. Health Affairs, 36(12), 2132–2140.

Rifkin, SB (2014). Meneliti hubungan antara partisipasi masyarakat dan hasil kesehatan: Tinjauan pustaka. Kebijakan dan Perencanaan Kesehatan, 29(2), 98–106.

Rokx, C., et al. (2018). Sistem kesehatan Indonesia: Tantangan dan Peluang untuk Perbaikan. Diakses pada 02 Mei 2025, dari https://openknowledge.worldbank.org/handle/10986/30336

Sari, NP, et al. (2019). Peran Organisasi Berbasis Agama dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu di Indonesia. Kebijakan dan Perencanaan Kesehatan, 34(7), 543–552.

Srinivasan, K., & Kuruvilla, S. (2018). Partisipasi Masyarakat dalam Kesehatan: Studi Kasus Pekerja ASHA di Pedesaan India. Kebijakan dan Perencanaan Kesehatan, 33(5), 611–620.

Suharno , R., et al. (2019). Peran Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Indonesia. Jurnal Manajemen Kesehatan, 21(2), 45–58.

Thabrany, H. (2015). Asuransi Kesehatan Berbasis Komunitas di Indonesia: Tinjauan Implementasi dan Tantangannya. Kebijakan dan Perencanaan Kesehatan, 30(6), 715–725.

Undp.org. (2020). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Kesehatan dan Kesejahteraan. Diakses pada 02 Mei 2025, dari https://www.undp.org/sustainable-development-goals.

WHO.int (2021). Kesehatan Digital untuk Tenaga Kesehatan Masyarakat: Perangkat untuk Implementasi. Diakses pada 02 Mei 2025, dari https://www.who.int/publications-detail/digital-health-for-community-health-workers

WHO.int (2022). Keterlibatan Komunitas: Panduan Aksi Promosi Kesehatan. Diakses pada 02 Mei 2025, dari https://www.who.int/publications-detail/community-engagement

Worldbank.org. (2021). Memperkuat Sistem Kesehatan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Diakses pada 02 Mei 2025, dari

https://www.worldbank.org/en/topic/health/publication/strengthening-community-health-systems

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Gautam, K. A., Lewa, I., & Amir, S. A. (2026). Strategi Keterlibatan Masyarakat yang Inovatif untuk Kesehatan Masyarakat yang Berkelanjutan: Analisis Perbandingan India dan Indonesia. Jurnal Ilmiah Global Education, 7(3), 2503–2511. https://doi.org/10.55681/jige.v7i3.4298