Pandangan Orang Tua tentang Pembelajaran CALISTUNG terhadap Mental Anak Usia Dini
Keywords:
Pembelajaran Calistung, Dampak, Kesehatan Mental Anak, Anak Usia Dini, Pandangan Orang TuaAbstract
Pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung) pada anak usia dini masih menjadi perdebatan, khususnya terkait kesesuaiannya dengan tahap perkembangan dan dampaknya terhadap kondisi mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pandangan orang tua terhadap pembelajaran calistung serta persepsi mereka mengenai dampaknya terhadap mental anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei. Subjek penelitian adalah 33 orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun dan mengikuti pendidikan di lembaga PAUD. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert yang disebarkan secara daring melalui Google Form. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memandang pembelajaran calistung penting sebagai persiapan anak memasuki sekolah dasar. Namun, di sisi lain, ditemukan adanya indikasi tekanan emosional pada sebagian anak, seperti rasa bosan, menangis, dan tertekan saat mengikuti pembelajaran calistung. Temuan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan kebutuhan perkembangan mental anak usia dini. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran calistung sebaiknya diberikan dalam bentuk pengenalan melalui pendekatan bermain yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, sehingga dapat mendukung kesejahteraan mental anak secara optimal.



