PELATIHAN GURU SD MUHAMMADIYAH KALIWATES DALAM MENGELOLA LABORATORIUM IPA DAN PENGGUNAAN IPA KIT
DOI:
https://doi.org/10.55681/devote.v5i1.5953Keywords:
educational teaching aids, pedagogical competence, inquiry-based learning, primary education, facility managementAbstract
This community service activity was carried out with the aim of overcoming the obstacle of the lack of preparedness of teachers at Muhammadiyah Kaliwates Elementary School in managing science laboratories and operating basic science teaching aids. Through this training or technical guidance, teachers were equipped so that they could later manage science laboratories in elementary schools optimally. The methods used in this community service included providing classical technical guidance on laboratory management standards and hands-on training on the use of science teaching aids. The participants were eight teachers from Muhammadiyah Kaliwates Elementary School and one principal. The evaluation results showed a significant increase in the participants' cognitive understanding, as evidenced by an increase in the average score from 56.43 in the initial test to 82.86 in the final test. In addition, observations during the practical sessions showed that the educators were able to assemble and operate various science instruments independently, thereby boosting their confidence in designing inquiry-based learning. This activity was concluded to have successfully equipped educators with essential managerial competencies and instructional fluency. This capacity building directly prepared the school institution to welcome the operationalization of new science laboratory facilities to realize an applied and student-centered learning process.
Downloads
References
Anggraeni, S. (2009a). Kemampuan Melakukan Inkuiri Bebas dan Dampaknya Terhadap Sikap Ilmiah dari Calon Guru Biologi. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, 16. Universitas Negeri Yogyakarta.
Anggraeni, S. (2009b). Sudahkah Calon Guru Biologi Merencanakan Pembelajaran Biologi yang Sesuai dengan Hakekat Sains. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, 16. Universitas Negeri Yogyakarta.
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2008). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Bybee, R. W. (2014). The BSCS 5E instructional model: Personal reflections and contemporary implications. Science and Children, 51(8), 10-13.
Grootenboer, P. (2006). The impact of the school-based practicum on pre-service teachers' affective development in mathematics. Mathematics Teacher Education and Development, 7(1), 18-32.
Hofstein, A., & Lunetta, V. N. (2004). The laboratory in science education: Foundations for the twenty-first century. Science Education, 88(1), 28-54.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Kemdikbudristek.
Munandar, K. (2017). Profil Kompetensi Calon Guru Biologi. Bioma: Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 2(1), 6-15.
Munandar, K. (2025). Pembelajaran Berbasis Laboratorium IPA-Biologi. Surabaya: Pena Cendekia Pustaka.
Nuryani, R. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press.
Prabowo, A., & Sudarmin, S. (2013). Pengembangan modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Journal of Innovative Science Education, 2(1), 1-8.
Rahayu, P., Mulyani, S., & Miswadi, S. S. (2012). Pengembangan pembelajaran IPA terpadu dengan menggunakan model pembelajaran problem base melalui lesson study. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(1), 63-70.
Sari, P. I., & Susanti, R. (2018). Pemanfaatan KIT IPA SD dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 4(2), 180-189.
Sudargo, F., & Asiah, S. (2010). Kemampuan pedagogik calon guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses siswa melalui pembelajaran berbasis praktikum. Jurnal Pengajaran MIPA, 15(1), 4-12.
Sudargo, F. (2012). Metapedagogi Dalam Pendidikan Guru Biologi. Jurnal Pengajaran MIPA, 17(1), 1-10.
Supriatna, A. (2019). Pelatihan pengelolaan laboratorium IPA bagi guru-guru SD di gugus depan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 45-55.
Widodo, A. (2021). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Yulianti, D., Wiyanto, W., & Rusilowati, A. (2020). Pendampingan guru dalam pemanfaatan alat peraga IPA untuk pembelajaran berbasis STEM. Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA, 4(1), 20-28.
Zainuddin, M. (2016). Pengelolaan Laboratorium IPA Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kukuh Munandar, Novy Eurika, Ika Priantari, Revyna Analika, Alifia Iffah Fajriyah, Sri Kantina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









