ALIH KODE DALAM SIARAN LANGSUNG TIKTOK OLEH KREATOR KONTEN INDONESIA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.55681/memace.v3i3.6838Keywords:
Alih kode, Tiktok live, SosiolinguistikAbstract
Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk dalam penggunaan bahasa pada ruang digital. Salah satu platform yang menunjukkan dinamika kebahasaan yang kompleks adalah TikTok, khususnya melalui fitur siaran langsung (live streaming) yang memungkinkan interaksi spontan antara kreator konten dan audiens. Dalam situasi komunikasi tersebut, penggunaan lebih dari satu bahasa sering kali memunculkan fenomena alih kode sebagai strategi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode yang digunakan oleh kreator konten Indonesia dalam siaran langsung TikTok, menjelaskan fungsi penggunaan alih kode, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode selama interaksi berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiolinguistik. Data berupa tuturan kreator konten yang diperoleh melalui teknik simak, rekam, transkripsi, dan pencatatan terhadap beberapa siaran langsung TikTok. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk alih kode yang dominan meliputi alih kode intern dan alih kode ekstern, yang diwujudkan melalui alih kode antarkalimat, intrakalimat, serta penyisipan ungkapan tertentu. Penggunaan alih kode berfungsi untuk membangun kedekatan dengan audiens, memperjelas informasi, meningkatkan daya tarik komunikasi, menyesuaikan diri dengan karakter penonton, serta membangun identitas sebagai kreator konten digital. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode meliputi kemampuan dwibahasa penutur, karakteristik audiens, topik pembicaraan, tren penggunaan bahasa di media sosial, dan tujuan komunikatif kreator. Temuan penelitian menunjukkan bahwa alih kode dalam siaran langsung TikTok tidak hanya merupakan gejala linguistik, tetapi juga menjadi strategi sosial yang memperkuat efektivitas komunikasi digital.
Downloads
References
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Gumperz, J. J. (1982). Discourse strategies. Cambridge University Press.
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.
Hoffmann, C. (1991). An introduction to bilingualism. Longman.
Labov, W. (1972). Sociolinguistic patterns. University of Pennsylvania Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Poplack, S. (1980). Sometimes I'll start a sentence in Spanish y termino en español: Toward a typology of code-switching. Linguistics, 18(7–8), 581–618.
Romaine, S. (1995). Bilingualism (2nd ed.). Blackwell Publishers.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suwito. (1985). Sosiolinguistik: Pengantar awal. Henary Offset.
Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2014). An introduction to sociolinguistics (7th ed.). Wiley-Blackwell.
Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2013). Sosiolinguistik: Kajian teori dan analisis. Pustaka Pelajar.
Yule, G. (2020). The study of language (7th ed.). Cambridge University Press.
Zaim, M. (2014). Metode penelitian bahasa: Pendekatan struktural. FBS UNP Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rozita Ezlinda, Hariyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




