REPRESENTASI KRISIS LINGKUNGAN DALAM CERPEN “SUMUR” KARYA EKA KURNIAWAN: KAJIAN EKOKRITIK GREG GARRARD
DOI:
https://doi.org/10.55681/memace.v3i2.6781Keywords:
representasi, krisis lingkungan, cerpenAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi krisis lingkungan serta hubungan manusia dan alam dalam cerpen Sumur karya Eka Kurniawan menggunakan perspektif ekokritik Greg Garrard. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan yang juga direpresentasikan dalam karya sastra sebagai bentuk refleksi dan kritik sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik. Sumber data penelitian berupa cerpen Sumur karya Eka Kurniawan, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog yang menunjukkan adanya persoalan ekologis dalam teks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan data berdasarkan kategori ekokritik Greg Garrard yang meliputi apocalypse, earth, dan dwelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Sumur merepresentasikan krisis lingkungan melalui kelangkaan sumber air yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat. Selain itu, ditemukan adanya gambaran kerusakan lingkungan yang ditandai dengan menurunnya kualitas ekosistem serta perubahan kondisi alam akibat aktivitas manusia. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis. Melalui representasi tersebut, cerpen Sumur berfungsi sebagai media kritik ekologis terhadap perilaku manusia yang eksploitatif sekaligus sebagai sarana membangun kesadaran lingkungan masyarakat. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa karya sastra memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan ekologis dan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Downloads
References
Bate, J. (2000). The Song of the Earth. Harvard University Press.
Buell, L. (1995). The Environmental Imagination: Thoreau, Nature Writing, and the Formation of American Culture. Harvard University Press.
Buell, L. (2005). The Future of Environmental Criticism: Environmental Crisis and Literary Imagination. Blackwell Publishing.
Dewi, N. (2015). Manusia dan Lingkungan dalam Perspektif Ekokritik Sastra. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Endraswara, S. (2016). Metodologi Penelitian Ekologi Sastra. CAPS.
Garrard, G. (2012). Ecocriticism (2nd ed.). Routledge.
Garrard, G. (Ed.). (2012). Teaching Ecocriticism and Green Cultural Studies. Palgrave Macmillan.
Glotfelty, C., & Fromm, H. (Eds.). (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.
Harsono, S. (2008). Ekokritik: Kritik sastra berwawasan lingkungan. Jurnal Kajian Sastra, 32(1), 31–50.
Iovino, S., & Oppermann, S. (2014). Material Ecocriticism. Indiana University Press.
Kerridge, R. (1998). Writing the Environment: Ecocriticism and Literature. Zed Books.
Love, G. A. (2003). Practical Ecocriticism: Literature, Biology, and the Environment. University of Virginia Press.
Morton, T. (2007). Ecology Without Nature. Harvard University Press.
Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.
Pradopo, R. D. (2017). Prinsip-Prinsip Kritik Sastra. Gadjah Mada University Press.
Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.
Siswantoro. (2016). Metode Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.
Slovic, S. (1992). Seeking Awareness in American Nature Writing. University of Utah Press.
Wellek, R., & Warren, A. (2016). Teori Kesusastraan. Gramedia Pustaka Utama.
Zapf, H. (2016). Literature as Cultural Ecology: Sustainable Texts. Bloomsbury Academic.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 hismida, Hamdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




