PEMBINGKAIAN SEKSISME DALAM BAHASA POLITIK LEGISLATIF: ANALISIS DISKURSIF-HISTORIS

Authors

  • Anatasya Solin Indah Duniandana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Undang Sudana Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/memace.v4i1.5553

Keywords:

Wacana Gender, Seksisme, Pendekatan Diskursif-Historis,

Abstract

Bahasa politik dalam forum legislatif mereproduksi relasi kuasa dan legitimasi nilai tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis negosiasi seksisme dalam ujaran anggota DPR RI pada rapat Komisi X tanggal 5 Maret 2025 serta dalam respons institusional Komnas Perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Analisis Wacana Kritis, khususnya Pendekatan Diskursif-Historis (Discourse-Historical Approach/DHA) yang dikembangkan oleh Ruth Wodak. Data penelitian berupa klausa dan kalimat yang dikutip dari pemberitaan media daring dan dokumen resmi Komnas Perempuan. Analisis difokuskan pada strategi diskursif yang mencakup penamaan, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi dan mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seksisme dalam wacana legislatif direproduksi secara implisit melalui generalisasi terhadap perempuan, pembatasan peran sosial, serta argumentasi berbasis budaya, utilitas, dan legitimasi simbolik. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. London: Longman.

Eriyanto. (2018). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. Yogyakarta: LKiS.

Haryatmoko. (2017). Critical discourse analysis (analisis wacana kritis): Landasan teori, metodologi, dan penerapan. Jakarta: Rajawali Pers.

Kompas.com. (2025, 7 Maret). Ini bunyi usulan Ahmad Dhani soal naturalisasi PSSI yang dikecam. https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/202 5/03/07/040000088/ini-bunyi-usulan-ahmad-dhani-soal-naturalisasi-pssi-yang-dikecam?page= 2

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2025, 6 Maret). Pernyataan sikap Komnas Perempuan atas pernyataan seksis anggota DPR RI dalam Rapat Komisi X DPR RI 5 Maret 2025. https://komnasperempuan.go.id/pernyataan-sik ap-detail/pernyataan-seksis-anggota-dpr-ri-dala m-rapat-komisi-x-dpr-ri-5-maret-2025

Suryakusuma, J. (2019). State ibuism: The social construction of womanhood in New Order Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.

Utami, S. (2020). Wacana gender dan negosiasi nilai budaya dalam ruang publik Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(2), 145–160.

van Dijk, T. A. (2008). Discourse and power. New York: Palgrave Macmillan.

Wodak, R. (2001). What CDA is about: A summary of its history, important concepts, and its developments. In R. Wodak & M. Meyer, Methods of critical discourse analysis. London: Sage.

Wodak, R., & Meyer, M. (2009). Methods of critical discourse analysis. London: Sage.Brooks, C. (1947). The Well Wrought Urn: Studies in the Structure of Poetry . Harcourt Brace & World

Downloads

Published

2026-03-29

How to Cite

Anatasya Solin Indah Duniandana, & Undang Sudana. (2026). PEMBINGKAIAN SEKSISME DALAM BAHASA POLITIK LEGISLATIF: ANALISIS DISKURSIF-HISTORIS . MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, Dan Asing, 4(1), 44–50. https://doi.org/10.55681/memace.v4i1.5553