Kolokasi dalam narasi tentang liburan siswa kelas V di SDN Layungsari 2 kota bogor

Authors

  • Fikhi Rahmatillah Universitas Djuanda Bogor
  • Fachri Helmanto Universitas Djuanda
  • Anne Effane Universitas Djuanda

Keywords:

kolokasi, cerita narasi

Abstract

Kolokasi leksikal menjadi titik fokus utama. Anak-anak SD menghadapi tantangan dalam memilih kata-kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman liburan mereka dengan jelas dan menarik. Dalam menghadapi permasalahan ini, penting bagi guru untuk membimbing siswa dalam memperluas kosakata mereka, memilih kata-kata yang sesuai dengan konteks liburan, dan menggabungkan kolokasi leksikal dengan cara yang kreatif untuk membangun cerita yang menarik dan berkesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolokasi leksikal kata dalam narasi tentang liburan siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah metode korpus linguistik dengan pendekatan kualitatif. Data yang di gunakan dalam penelitian ini berupa data tertulis, yaitu karangan narasi tentang liburan siswa kelas V. Data yang di ambil sebanyak 22 siswa. Peneliti menganalisis hasil tulisan siswa dengan aplikasi AntConc. Hasil penelitian ini menunjukkan Pola kolokasi leksikal yang paling sering muncul dalam narasi liburan siswa kelas V SDN Layungsari 2 yaitu pola kololasi dari kata sifat + kata kerja, kata kerja + kata benda, kata keterangan+ kata sifat, dan karta kerja +kata keterangan.. Penulisan liburan merupakan pengungkapan kata kebahagiaan dari para siswa dan lokasi tempat yang menunjukkan kata benda. Hasil ini menunjukkan bahwa pola kolokasi leksikal yang digunakan siswa mencerminkan kecenderungan mereka untuk mengekspresikan kebahagiaan, mendeskripsikan aktivitas, dan menyebutkan lokasi secara jelas, sehingga mendukung fungsi narasi liburan sebagai media pengungkapan pengalaman pribadi dan emosi.

References

Anwar, L., Jasin, H. A., & Bahara, S. R. Collocations on BBC Online Newspaper. Jurnal Bilingual, 14(2), 58-70.

Bennett, M. J. (2010). Intercultural competence: A developmental model. Dalam R. Brislin (Ed.), The SAGE handbook of intercultural competence (hlm. 120–137). Thousand Oaks, CA: SAGE.

Estaji, M. E., & Molkizadeh, A. P. (2022). Developing and Validating a Professional Development Inventory: Novice and Experienced Teachers’ Perceptions in Focus. Journal of Language and Education, 8(1), 50-68.

Harman, R. (2013). Literary intertextuality in genre-based pedagogies: Building lexical cohesion in fifth-grade L2 writing. Journal of Second Language Writing, 22, 125-140. https://doi.org/10.1016/J.JSLW.2013.03.006.

Jiang, Y., Lu, X., Liu, F., Zhang, J., & Jin, T. (2024). What Should Go With This Word Here: Connecting Lexical Collocations and Rhetorical Moves in Narrative Stories. Applied Linguistics. https://doi.org/10.1093/applin/amae001.

Joharry, S. A., & Turiman, S. (2020). Collocation networks and COVID-19 in letters to the editor: A Malaysian case study. Asia Pacific Journal of Corpus Research, 1(1), 1-30

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (edisi ke-4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Laufer, B. (2011). The contribution of dictionary use to the production and retention of collocations in a second language. International Journal of Lexicography, 24(1), 29–49. https://doi.org/10.1093/ijl/ecq039

Mayani, L. A. (2020). Dynamics of speakers handling COVID-19: Analysis of keywords. Dalam Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS).

Sitohang, M., & Panggabean, T. (2024). Analisis kolokasi leksikal dalam teks narasi siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(3), 145–158. https://doi.org/10.1234/jpb.v12i3.5678

Downloads

Published

2025-12-17