Antara Tradisi dan Modernisasi: Dinamika Pedagang Batik di Pasar Klewer pada Masa Orde Baru
DOI:
https://doi.org/10.55681/sentri.v5i8.7077Keywords:
Tradition, modernization, batik trader, Klewer Market, New Order, batik trade, SurakartaAbstract
This research aims to examine how batik traders in the Surakarta Klewer Market carry out trading activities in the midst of the pressure of modernization and the policies of the New Order regime. Klewer Market, which initially grew from traditional trading practices in Slompretan Market, grew rapidly in the 1968-1970s period until it became the largest batik and textile wholesale center in Central Java, built in the form of a multi-storey market inaugurated by President Soeharto. Research shows how batik traders maintain a network of traditional socio-economic relations, such as direct relationships with artisans and fluid bargaining patterns, while at the same time adapting modern business methods, such as wholesale sales systems, permanent kiosk arrangements, and more formal market arrangements. The dynamics asserts that modernization during the New Order did not immediately replace tradition, but created a new form of batik trading practice that was rooted in local wisdom but arranged in a more orderly market structure.
Downloads
References
I. A. Istijabatul, “Peran Pasar Tradisional dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Kota Surakarta,” GEMA TEKNIK Majalah Ilmiah, 2009.
I. Astuti, Relasi Gender pada Keluarga Perempuan Pedagang di Pasar Klewer Kota Surakarta. Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 2010.
Y. B. Dianono, R. S. Siregar, and N. Nurhadi, “Social and Economic Activities between Traders and Batik Suppliers in Klewer Market Surakarta,” At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan, vol. 11, no. 1, pp. 104–119, 2024.
M. F. Fikri, Analisis Jaringan Perdagangan Batik di Pasar Klewer. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2018.
R. H. Fitrianto, “Asimilasi Budaya Tionghoa dan Budaya Jawa di Surakarta pada Tahun 1966–1998 dan Relevansi bagi Pendidikan Multikultural,” Candi, vol. 9, no. 1, pp. 90–107, 2015.
S. N. Huda, “Pengaruh Pariwisata Keraton Kasunanan terhadap Kawasan Perdagangan Sekitar (Pasar Klewer, Benteng Trade Center dan Pusat Grosir Solo),” Cakra Wisata, vol. 18, no. 1.
L. G. I. Islam, S. Nurjannah, and L. W. Karyadi, “Modal Sosial dan Pola Relasi Sosial antara Pengrajin dengan Pedagang: Studi Kasus Industri Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Wisata Loyok,” Prosiding SeNSosio (Seminar Nasional Prodi Sosiologi), vol. 6, no. 1, pp. 354–366, 2025.
L. Muzdalifah, Y. Hidayat, and S. Mattiro, “Jaringan Sosial Pedagang Pakaian Bekas di Pasar Subuh Jalan Pasar Baru Kelurahan Kertak Baru Ilir Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin,” Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi, vol. 1, no. 2, 2021.
F. R. K. Putri and S. Suryoko, “Pengaruh Orientasi Wirausaha dan Orientasi Pasar terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan pada UMKM Perdagangan Batik Pasar Klewer di Surakarta,” Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, vol. 7, no. 4, pp. 30–42, 2018.
A. Rahmadi, Penataan Pasar Klewer di Surakarta sebagai Perwujudan Sistem Pola Dagang dan Optimalisasi Lahan di Pasar Klewer, 1997.
D. P. Rahayu, R. Susanti, and S. Setyaningsih, “Pengaruh Kenyamanan, Harga, dan Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen Berbelanja di Pasar Klewer Surakarta,” Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce, vol. 3, no. 3, pp. 132–146, 2024.
D. Rosdiyanti, Transformasi Pasar Malabero menjadi Pasar Baru Koto Tahun 1970–1990. Bengkulu: UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, 2025.
A. R. Sanjaya, “Pergulatan di Balik Frekuensi: Studi Deskriptif Radio Komunitas di Jawa Tengah,” CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2019.
H. Sapto Rini, E. Purwanto, and E. E. Pandelaki, Redesain Pasar Klewer di Kota Surakarta. Semarang: Universitas Diponegoro, 2015.
R. Sariyatun and R. Riyadi, “Asimilasi Budaya Tionghoa dan Budaya Jawa di Surakarta pada Tahun 1966–1998 dan Relevansi bagi Pendidikan Multikultural,” Candi, vol. 10, no. 2, p. 34, 2015.
E. Setiawati, Nursiam, and Zulfikar, “Pengembangan Komoditas Batik: Determinasi Budaya Ekonomi dan Perubahan Struktur Kebijakan terhadap Perkembangan Usaha Ekonomi Lokal (Studi tentang Pengusaha Batik Laweyan Surakarta),” Jurnal Ekonomi dan Bisnis, vol. 18, no. 1, pp. 119–134, 2015.
S. Sudarmo, “The Implications of Traditional Market Development for Governance of Conflicts: An Experience from Klewer Market of Surakarta, Indonesia,” Jurnal Studi Pemerintahan, 2016.
S. P. Syahrie, “Politik Pembangunan Orde Baru: Industrialisasi, Swastanisasi, dan Pertumbuhan Ekonomi,” LONTAR: Jurnal Sejarah, vol. 6, no. 1, pp. 1–11, 2009.
G. A. Wibowo, “Ekonomi Etnis Cina di Surakarta selama Orde Baru,” SEUNEUBOK LADA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan, vol. 4, no. 1, pp. 57–68, 2017.
M. Wijaya, “Pola Hubungan Produksi Industri Rumah Tangga Batik Tulis dengan Pabrikan Batik Cap-Tulis dan Manufaktur Batik Printing-Tulis,” Ilmu dan Budaya, vol. 32, no. 23, 2010.
Solopos, “Pengusaha batik Solo dambakan Solo,” Oct. 15, 1997, p. 11.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alyah Rohmawati, Carolina Santi Muji Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





