Pengembangan Media Permainan Sirep berbasis Deduksi Sosial sebagai Sarana Sex Education dalam Pencegahan Pernikahan Dini pada Remaja di SMA Islam Karangploso
DOI:
https://doi.org/10.55681/sentri.v5i8.7074Keywords:
Early marriage, Sex education, Reproductive health, Adolescents, Game-based learning mediaAbstract
Early marriage remains an issue that requires serious attention because it may lead to various adverse impacts on adolescents' reproductive health, particularly among females. The lack of comprehensive sex education has resulted in adolescents having limited knowledge regarding reproductive health and the risks associated with early marriage. This study aimed to develop the SIREP social deduction-based game as a sex education medium for adolescents. The study employed a Research and Development (R&D) method. The research subjects consisted of 10 adolescents from SMA Islam Karangploso who participated in the product trial. The research instruments included a needs assessment questionnaire for adolescents, material expert validation sheets, media expert validation sheets, and a user response questionnaire. The developed SIREP game media covers topics on sexual behavior and its consequences, reproductive rights and health, sexual violence and harassment, and the impacts of early marriage. The findings showed that the SIREP game media achieved a feasibility score of 95.8% from the material expert, 97.5% from the media expert, and 90.5% from the respondents. Based on these results, the SIREP game media was categorized as highly feasible. The high feasibility scores indicate that the developed media is appropriate in terms of content, design, and ease of use as an educational tool for adolescents. Therefore, the SIREP social deduction-based game has the potential to serve as an alternative reproductive health education medium that is feasible, engaging, and acceptable to adolescents in delivering information on reproductive health and the prevention of early marriage.
Downloads
References
M. S. Abdulrahman, Sosio-kultural dalam Penalaran Adaptif: Bagaimana Konteks Membentuk Kesimpulan Sosial. Pustaka Ilmu Sosial, 2023. doi: 10.26740/sosearch.v4n1.
M. Aminudin, “Faktor sosial dorong tingginya angka pernikahan dini di Malang,” Detik.com, Jan. 25, 2023. https://www.detik.com/jatim/berita/d-6532041/faktor-sosial-dorong-tingginya-angka-pernikahan-dini-di-malang.
Y. R. Anjaly, M. D. Nurmala, and A. W. Handoyo, “Pengembangan media pembelajaran board game ‘Reproquest’ untuk mengenalkan kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 16 Kota Serang,” Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, vol. 2, no. 4, pp. 273–286, 2025. doi: 10.62383/edukasi.v2i4.2478.
A. Arsyad, Media Pembelajaran, 23rd ed. Jakarta: Rajawali Pers, 2023.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Modul Pendidikan Seksual untuk Remaja. Jakarta: BKKBN, 2020. https://www.bkkbn.go.id.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: BKKBN, 2022. https://www.bkkbn.go.id.
Bappeda Kabupaten Malang, “Uji publik RAD pencegahan perkawinan anak,” 2024. https://bappeda.malangkab.go.id/berita/bappeda-opd%403507-uji-publik-rad-pencegahan-perkawinan-anak.
R. M. J. Byrne, O. Espino, and C. Santamaría, Deduction and Mental Models: The Psychology of Reasoning. London: Routledge, 2020. doi: 10.4324/9781003116349.
D. Chadee, Ed., Theories in Social Psychology, 2nd ed. Hoboken, NJ: Wiley-Blackwell, 2022. doi: 10.1002/9781394266616.
V. Chandra-Mouli, M. Plesons, S. Hadi, Q. Baig, I. Lang, and V. A. Pham, “Building support for adolescent sexuality and reproductive health education and responding to resistance in conservative contexts: Cases from Pakistan,” Sexual and Reproductive Health Matters, vol. 29, no. 1, Art. no. 1925010, 2021. doi: 10.1080/26410397.2021.1925010.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang, CERIA. Kabupaten Malang: DPPKB Kabupaten Malang, 2025. https://dppkb.malangkab.go.id/.
H. Ernawati, A. R. Wijayanti, A. Anni, and F. Setiawan, Pernikahan Dini–Culture Serta Dampaknya. CV Amerta Media, 2022. https://eprints.umpo.ac.id/9957/.
E. S. Goldfarb and L. D. Lieberman, “Three decades of research: The case for comprehensive sex education,” Journal of Adolescent Health, vol. 68, no. 1, pp. 13–27, 2021. doi: 10.1016/j.jadohealth.2020.09.012.
E. E. Juliawati, A. Novita, and R. A. Yolandia, “Determinan pernikahan usia dini pada remaja,” SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, vol. 1, no. 2, pp. 62–73, 2021. doi: 10.53801/sjki.v1i2.20.
A. Kågesten and M. van Reeuwijk, “The role of comprehensive sexuality education in promoting health and well-being of adolescents: Evidence from global research,” Global Health: Science and Practice, vol. 9, suppl. 1, pp. S1–S3, 2021. doi: 10.9745/GHSP-D-21-00234.
Kamasuta Kabupaten Malang, “UKP usia kawin pertama usia <20 tahun di Kabupaten Malang,” 2024. https://kamasuta.malangkab.go.id/.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2023. https://repository.kemkes.go.id/book/877.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual pada Anak. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2022. https://jdih.kemenpppa.go.id/index.php/dokumen-hukum/produk-hukum/peraturan-menteri-pppa-nomor-2-tahun-2022.
E. J. Kim, B. Park, S. K. Kim, and S. Kim, “A meta-analysis of the effects of comprehensive sexuality education programs on children and adolescents,” Healthcare, vol. 11, no. 18, Art. no. 2511, 2023. doi: 10.3390/healthcare11182511.
R. P. Lestari and H. Mahmudah, “Efektivitas media video edukasi dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, vol. 18, no. 2, pp. 123–130, 2023. doi: 10.26714/jkmi.18.2.2023.123-130.
A. Mahrudin, S. L. N. Hanipa, Z. Z. Ramlan, D. P. Kulsum, and T. Prasetyo, “Implementasi pembelajaran interaktif melalui games edukasi SIREP berbasis web pada siswa kelas VI SDN Cigombong 05,” Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, vol. 6, no. 1, pp. 104–113, 2025. doi: 10.30997/ejpm.v6i1.13425.
R. E. Mayer, Multimedia Learning, 3rd ed. Cambridge: Cambridge University Press, 2021.
I. E. Mufrida, “RI peringkat 4 jumlah perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun,” GoodStats Data, Jun. 4, 2024. https://data.goodstats.id/statistic/ri-peringkat-4-jumlah-perempuan-yang-menikah-di-bawah-usia-18-tahun-JkHnB.
Z. Muhamad, A. Retni, and Z. A. Mohamad, “Analisis faktor penyebab pernikahan dini di wilayah kerja KUA Limboto Kabupaten Gorontalo,” MAHESA: Malahayati Health Student Journal, vol. 5, no. 9, pp. 4133–4150, 2025. doi: 10.33024/mahesa.v5i9.15324.
A. B. Nanda, R. Cahyati, and S. Handayani, “Pengembangan SEDUBOO sebagai media sex education remaja,” Skripsi, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Malang, Poltekkes Kemenkes Malang, 2021.
S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2022.
I. Nurmala, L. A. Salim, Muthmainnah, A. Nadia, S. Zainuddin, and S. Pérez, “The effectiveness of the HEY website for increasing adolescents’ reproductive health knowledge,” Jurnal Promkes, vol. 13, no. 1, pp. 114–121, 2025. doi: 10.20473/jpk.V13.I1.2025.114-121.
Panitera Muda Permohonan PA Kabupaten Malang, “Pertemuan rencana aksi dan kesepakatan pencegahan perkawinan anak,” Pengadilan Agama Kabupaten Malang, 2025. https://pa-malangkab.go.id/Pertemuan-Rencana-Aksi-dan-Kesepakatan-Pencegahan-Perkawinan-Anak.
A. S. Paramartha, N. K. Suarni, and I. K. Dharsana, “Pengaruh simulasi pengambilan keputusan dalam menurunkan risiko pernikahan dini pada remaja,” Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling, vol. 10, no. 2, pp. 115–125, 2022. doi: 10.23887/jibk.v10i2.46321.
Pengadilan Agama Kabupaten Malang, “Peran aktif PA Kab. Malang dalam pencegahan dan penanggulangan perkawinan anak,” 2024. https://pa-malangkab.go.id/Peran-Aktif-PA-Kab.-Malang-Dalam-Pencegahan-dan-Penanggulangan-Perkawinan-Anak.
M. A. Putii, E. Yorita, Y. Yuniarti, R. Efriani, and R. Burhan, “Snakes and ladders media can help prevent risky sexual behaviour in teenagers,” Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, vol. 13, no. 2, pp. 199–212, 2025. doi: 10.21927/jnki.2025.13(2).199-212.
A. Putri, N. D. Larasaty, and T. Salawati, “Pengembangan media permainan REDI (Roda Edukasi) sebagai upaya pencegahan perilaku seksual pranikah pada remaja,” Prosiding Seminar Nasional UNIMUS, vol. 7, pp. 267–275, 2024.
A. N. Putri, “Angka nikah dini tinggi, 4 desa di Kabupaten Malang jadi pilot project program pencegahan perkawinan anak,” Tugumalang.id, May 15, 2024. https://tugumalang.id/angka-nikah-dini-tinggi-4-desa-di-kabupaten-malang-jadi-pilot-project-program-pencegahan-perkawinan-anak/.
H. D. Putri, “Pernikahan dini di kalangan Gen Z: Solusi dan tantangan menurut para ahli,” BMBPSDM Kementerian Agama RI, 2025. https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/pernikahan-dini-di-kalangan-gen-z-solusi-dan-tantangan-menurut-para-ahli.
M. A. M. Putri, “Hubungan antara lingkungan keluarga dan sahabat dekat pada keputusan remaja SMA untuk menikah dini di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang,” Skripsi, Universitas Negeri Malang, 2023.
R. K. Ratri, Kesehatan Reproduksi dan Pernikahan Dini: Berbagai Dampak Kesehatan Fisik dan Mental Pernikahan Dini. Salma Idea, 2022. https://bintangpusnas.perpusnas.go.id/konten/BK46858/kesehatan-reproduksi-dan-pernikahan-dini-berbagai-dampak-kesehatan-fisik-dan-mental-pernikahan-dini.
A. Rodríguez-García, A. Botello-Hermosa, Á. Borrallo-Riego, and M. D. Guerra-Martín, “Effectiveness of comprehensive sexuality education to reduce risk sexual behaviours among adolescents: A systematic review,” Adolescents, vol. 4, no. 1, pp. 6–22, 2024. doi: 10.3390/adolescents4010002.
S. Rofi’ah and S. Widatiningsih, “Development of adolescent reproductive health module media,” Jurnal Kebidanan, vol. 11, no. 2, pp. 130–141, 2021. doi: 10.31983/jkb.v11i2.7214.
R. N. Sa’adah and Wahyu, Metode Penelitian R&D (Research and Development): Kajian Teoritis dan Aplikatif. CV Literasi Nusantara Abadi, 2022.
D. H. Schunk, Learning Theories: An Educational Perspective, 8th ed. Pearson, 2021.
N. Setyowati and F. Kurniawan, “Optimalisasi peran orang tua dalam pemberian sex education untuk mencapai Indonesia Emas 2045: Literature review,” Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone, pp. 32–40, 2022. http://jurnal.unw.ac.id/index.php/sexophone/article/view/1652.
A. R. Simamora, “Anamnesa gizi pada kasus obesitas di Pekanbaru pada Nn. K (studi kasus),” Tugas Akhir, Poltekkes Kemenkes Riau, 2024.
F. A. Slamet, Model Penelitian Pengembangan (R&D). Malang: Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, 2022.
S. Suhartiningsih, E. Sulistiyaningrum, and S. Haryati, “Pengaruh edukasi tentang bahaya seks bebas dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan remaja,” Jurnal Penelitian Perawat Profesional, vol. 6, no. 5, pp. 2255–2264, 2024. doi: 10.37287/jppp.v6i5.2789.
Tarsikah, D. A. A. Diba, and H. Didiharto, “Komplikasi maternal dan luaran bayi baru lahir pada kehamilan remaja di Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan, Kepanjen, Malang,” Jurnal Kesehatan, vol. 13, no. 1, pp. 54–68, 2020. doi: 10.24252/kesehatan.v13i1.12453.
UNESCO, The Journey Towards Comprehensive Sexuality Education: Global Status Report. Paris: UNESCO, 2021. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000377257.
UNESCO, International Technical Guidance on Sexuality Education. Paris: UNESCO, 2023. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000385310.
UNESCO, International Technical Guidance on Sexuality Education: An Evidence-Informed Approach. Paris: UNESCO, 2023. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000385311.
UNESCO, Comprehensive Sexuality Education: For Healthy, Informed and Empowered Youth. Paris: UNESCO, 2025. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000392105.
United Nations Population Fund (UNFPA), State of World Population 2021: My Body Is My Own. New York: UNFPA, 2021. https://www.unfpa.org/sowp-2021.
I. P. Utami, M. L. Kartika, and S. Salsabila, “Pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi kesehatan reproduksi remaja,” Jurnal Medika: Medika, vol. 5, no. 1, pp. 45–56, 2026. doi: 10.32536/jmed.v5i1.412.
R. Utami, Y. Susan, S. Sumarni, and P. I. Lestari, “Smart self-care: Improving adolescent reproductive health through an interactive approach,” Indonesian Journal of Community Development, vol. 7, no. 1, pp. 89–102, 2025. doi: 10.34241/ijcd.v7i1.611.
S. S. Winarno, “Hubungan pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi dengan sikap pernikahan usia dini di SMA Negeri 1 Kalirejo Tahun 2024,” Jurnal Maternitas Aisyah, vol. 6, no. 1, pp. 12–23, 2024.
World Health Organization, Developing Sexual Health Programmes: A Framework for Action. Geneva: World Health Organization, 2020. https://www.who.int/publications/i/item/9789240018025.
World Health Organization, “Adolescent sexual and reproductive health,” 2022. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-sexual-and-reproductive-health.
World Health Organization, “Health promotion: Concepts and definitions,” 2022. https://www.who.int/teams/health-promotion-and-social-determinants/health-promotion.
T. E. D. Yeo, J. Tan, and S. Lim, “Gamifying sexual education for adolescents in a low-tech setting: Quasi-experimental design study,” JMIR Serious Games, vol. 9, no. 4, Art. no. e26732, 2021. doi: 10.2196/26732.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sabrina Choirunisya Salsabila, Herawati Mansur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





