Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Budaya K3 dan Risiko Infeksi Terkait Laboratorium (LAIs) di Indonesia: Literature Review

Authors

  • Herbert Wau Universitas Prima Indonesia
  • Hartono Hartono Universitas Prima Indonesia
  • Ananta Juliana Cindy Silalahi Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/sentri.v5i8.7072

Keywords:

Infectious Diseases, Laboratory Workers, Personal Protective Equipment (PPE), Occupational Safety and Health (OSH), Indonesia

Abstract

Background: Medical laboratories represent high-risk working environments for Laboratory-Acquired Infections (LAIs) due to daily interactions with infectious specimens. In Indonesia, this challenge is compounded by a high burden of infectious diseases and gaps between occupational safety regulations and field practices. Objective: This study aims to analyze the factors influencing infectious disease transmission among laboratory workers in Indonesia and evaluate the effectiveness of compliance with safety standards. Method: This study utilized a Literature Review method following the PRISMA 2020 guidelines. Literature searches were conducted across Google Scholar, PubMed, ResearchGate, and Garuda databases for original research articles published between 2017 and 2026. A total of 15 selected articles were synthesized narratively. Results: The primary factors identified include the level of compliance in using Personal Protective Equipment (PPE), knowledge and attitudes toward Standard Operating Procedures (SOPs), as well as management factors such as training and supervision. Inappropriate use of PPE and unsafe practices, such as manual needle recapping, emerged as critical risks for transmission. Conclusion: The risk of infection transmission is multifactorial, encompassing individual, behavioral, and work environment elements. Strengthening a safety culture supported by PPE logistical backing and strict supervision is essential to protect laboratory personnel.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Abrimar Hadi, L. Putu Ruliati, and J. A. Salmun, “Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja di Laboratorium Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, vol. 13, no. 4, 2023.

E. Aditia, A. T. Endarti, and N. A. Djaali, “Hubungan Umur, Jenis Kelamin dan Lama Bekerja dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas Kesehatan di Pelayanan Kesehatan Radjak Group Tahun 2020,” vol. 7, no. 2, pp. 190–203, 2021.

I. Alfi and K. Herry, “Protokol Kesehatan dan Penggunaan APD dalam Pencegahan COVID-19 pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas,” Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, vol. 1, no. 3, pp. 436–445, 2021.

N. S. Almutairi, S. B. B. M. Tamrin, N. Y. Guan, and V. How, “Review of Knowledge, Attitude, and Practice Among Laboratory Workers Towards Occupational Safety and Health,” Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences, vol. 16, no. 1, pp. 297–303, 2020.

B. S. Maulidina, A. N. Putra, Y. F. Damayanti, and A. F., “Kelelahan Pekerja Konstruksi Ditinjau dari Status Gizi,” vol. 13, no. 2, pp. 115–122, 2024.

B. Sinurat, T. Ginting, H. Hartono, and M. I. S., “Hubungan Pengetahuan dan Sikap Petugas Laboratorium tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan Tindakan Pencegahan Kecelakaan Kerja,” vol. 2, no. 2, pp. 1–5, 2020.

Centers for Disease Control and Prevention and National Institutes of Health, Biosafety in Microbiological and Biomedical Laboratories, 6th ed. Washington, DC, USA, 2020.

P. Ciuputri, M. A. Isfandiari, A. Puspitasari, and D. Nugroho, “Risiko Infeksi COVID-19 pada Tenaga Kesehatan,” Jurnal Kesehatan Komunitas, vol. 10, pp. 385–391, 2024.

I. Hadipranoto, R. J. Winkandari, and F. Kahar, “Analisis Tingkat Risiko di Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang Tahun 2021,” vol. 22, no. 1, 2022.

A. N. Harlan, “Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan APD pada Petugas Laboratorium Rumah Sakit PHC Surabaya,” vol. 6, no. 3, pp. 279–288, 2017.

H. N. Salsabia and T. S. Andriyani, “Hubungan antara Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Tingkat Kecelakaan Kerja: Sebuah Review Literatur,” vol. 2, no. 4, pp. 88–100, 2025.

H. N. Zega, D. Nababan, N. E. Brahman, R. A. Dachi, and M. E. S., “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Kecelakaan Kerja di Laboratorium,” vol. 7, no. 2, pp. 842–848, 2024.

H. Datu, P. A. T. Kawatu, and R. H. A., “Gambaran Tingkat Risiko Kecelakaan Kerja pada Laboran di Laboratorium Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi,” vol. 9, no. 7, pp. 106–114, 2020.

I. Iwan, Y. Sabilu, A. M. Hartoyo, et al., “Hubungan Masa Kerja, Durasi Istirahat, Kebiasaan Merokok dan Musculoskeletal Disorder (MSDs) dengan Kelelahan Kerja pada Karyawan PT Wijaya Inti,” vol. 5, no. 1, pp. 168–181, 2025.

Kementerian Kesehatan RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta, Indonesia, 2017.

Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta, Indonesia, 2021.

Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta, Indonesia, 2024.

L. Manselmi and Mursalim, “Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Laboratorium Rumah Sakit dan Puskesmas di Kabupaten Manggarai,” 2024.

S. Makrifah and S. Mindiharto, “Hubungan Pelatihan dan Pengawasan dengan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya,” vol. 2, no. 2, pp. 1–11, 2021.

M. S. Sugiono, K. Khotimah, and U. F. R., “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Kecelakaan Kerja pada Analis di Laboratorium PT Envilab Indonesia Gresik Jawa Timur,” vol. 2, pp. 174–186, 2022.

M. Maslina, Y. Fuadi, and A. N. Arrijal, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Balikpapan,” Identifikasi, vol. 7, no. 2, pp. 505–512, 2021.

M. Iqbal, A. Achmad, R. D. Yelastari, I. Sari, and R. Zakaria, “Efektivitas Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Laboratorium Kesehatan Primer di Indonesia: Literature Review,” SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, vol. 4, no. 2, pp. 539–549, 2025.

M. N. Rasyid and M. F., “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman pada Pekerja Laboratorium Gigi Tiruan PT Ivogratia Teknologi Indonesia,” vol. 2, no. 7, pp. 17–34, 2025.

S. Munawaroh, I. L. Rohmah, and M. R. Kurniawan, “Pengetahuan dan Sikap Ahli Teknologi Laboratorium Medik terhadap Standar Operasional Prosedur Penanganan Sampel Sputum,” Jurnal Kesehatan, vol. 12, no. 2, pp. 294–298, 2021.

R. Nurcahyo, A. Silmi, and D. Kurniawan, “Analisis Pengaruh Budaya Keselamatan Kerja terhadap Kepatuhan Penggunaan APD Pekerja di Bagian Laboratorium Air PT Unilab Perdana Jakarta Selatan,” Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 7, no. 13, 2023.

M. J. Page, J. E. McKenzie, P. M. Bossuyt, et al., “The PRISMA 2020 Statement: An Updated Guideline for Reporting Systematic Reviews,” BMJ, vol. 372, 2021.

Kementerian Kesehatan RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta, Indonesia, 2018.

P. P. M. Harefa and D. T. E., “Hubungan Perilaku Merokok dan Konsumsi Alkohol dengan Tekanan Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Langkai,” vol. 13, pp. 56–67, 2025.

D. S. Widyaningsih and D. U. Safira, “Analisa Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium Bakteriologi Akademi Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta,” Journal on Education, vol. 6, no. 3, pp. 16205–16212, 2024.

N. W. Siagian, “Kajian Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja di Puskesmas Narumonda Kecamatan Siantar Narumonda Kabupaten Toba,” Jurnal Kesehatan Sejahtera, 2023.

P. Tevri, M. Ilyas, S. Saenuddin, and Zamli, “Analisis Faktor-Faktor yang Terkait Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Petugas Laboratorium,” An Idea Health Journal, vol. 5, no. 1, pp. 5–11, 2025.

T. Defani, H. D. Sitanggang, D. Kusmawan, W. N. E. Rini, and B. A., “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Bagian Produksi dan Laboratorium PT X,” vol. 4, no. 1, 2025.

World Health Organization, Laboratory Biosafety Manual, 4th ed. Geneva, Switzerland: WHO, 2020.

World Health Organization, WHO Consolidated Guidelines on Tuberculosis. Geneva, Switzerland: WHO, 2022.

World Health Organization, WHO Guidelines on Tuberculosis Infection Prevention and Control. Geneva, Switzerland: WHO, 2019.

D. S. Widyaningsih and D. U. Safira, “Analisa Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium Bakteriologi Akademi Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta,” vol. 6, no. 3, pp. 16205–16212, 2024.

C. Wulandari and S. Mustopa, “Analisis Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Pemeliharaan Kalibrasi Alkes Dinkes Provinsi Bangka Belitung,” vol. 5, no. 50, pp. 70–80, 2026.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Wau, H., Hartono, H., & Silalahi, A. J. C. (2026). Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Budaya K3 dan Risiko Infeksi Terkait Laboratorium (LAIs) di Indonesia: Literature Review. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(8), 4094–4108. https://doi.org/10.55681/sentri.v5i8.7072