Hubungan Tingkat Kepatuhan Kunjungan Ibu Ke Posyandu dengan Status Gizi Balita di Posyandu Melati di Desa Tanjung Karangan
DOI:
https://doi.org/10.55681/sentri.v5i7.6969Keywords:
Compliance, Posyandu, Nutritional Status, Children Under Five, Maternal Participation, Community HealthAbstract
Background: Nutritional status is an essential indicator of child health and development. Regular attendance at community-based integrated health service posts (Posyandu) enables early monitoring of child growth, nutritional assessment, and health education for mothers. This study aimed to examine the relationship between mothers' compliance with Posyandu visits and the nutritional status of children under five at Posyandu Melati, Tanjung Karangan Village. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. A total of 62 mothers with children under five were selected from a population of 135 using purposive sampling. Mothers' compliance with Posyandu visits was assessed using a modified Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), while children's nutritional status was determined using the weight-for-age (W/A) index. Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-square test. Results: Most respondents demonstrated high compliance with Posyandu visits (88.7%), and the majority of children had good nutritional status (80.6%). Bivariate analysis revealed a statistically significant relationship between mothers' compliance with Posyandu visits and the nutritional status of their children (p = 0.000). Mothers with high compliance were approximately 4.25 times more likely to have children with good nutritional status than those with low compliance. Conclusion: Mothers' compliance with regular Posyandu visits is significantly associated with the nutritional status of children under five. Strengthening community participation through continuous health education and support from healthcare workers and Posyandu cadres is essential to improve child nutrition and prevent malnutrition.
Downloads
References
Adriani M., & Wirjadmadi, B. (2014). Gizi dan Kesehatan Balita Peranan Mikro Zinc pada Pertumbuhan Balita. Jakarta: Kencana.
Almatsier, S. (2005). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ariani. (2017). Ilmu Gizi . Yogyakarta: Nuha Medika.
Arisman. (2007). Gizi dalam daur kehidupan. Jakarta: Buku Kedokteran. Asdhany, C., & Kartini, A. (2012). Hubungan Tingkat Partisipasi Ibu dalam
Kegiatan Posyandu dengan Status Gizi Anak Balita (Studi di Kelurahan Cangkringan Kecamatan Mijen Kota Semarang). Journal of Nutrition College, Vol.1 No. 1, Hal. 11-20.
Badan Pusat Statistik. (2020). Panduan Pelayanan Kesehatan Balita pada Masa Tanggap Darurat COVID-19. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
BKKBN. (2012). Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: BKKBN.
Bogar, I. M., Ismanto, A. Y., & Hamel, R. S. (2017). Hubungan Motivasi denganKinerja Kader Posyandu Balita Diwilayah Kerja Puskesmas OndongKabupaten Sitaro. E-Journal Keperawatan.
Cuevas, C.D.L., Penate, W. 2015, Psychometric properties of the eight – item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) in a psychiatric outpatient setting.International Journal of Clinical and Health Psychology, 15: 121-129.
Dahlan, S. (2014). Statistik Untuk kedokteran dan kesehtan edisi 6. Jakarta: Selemba Medika.
Dahlia, M., & Ruslianti. (2008). Menu Sehat Untuk Kecerdasan Balita. Jakarta: PT Agromedia.
Depkes. (2008). Profil kesehatan Indonesia 2007. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Depkes RI. (2005). Klasifikasi status gizi anak bawah lima tahun. Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor: 920/Menkes/SK/VIII/2002. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (2019). Rencana Kinerja Tahunan Dekonsentralisasi.
Fitri, F. (2018). Hubungan Keaktifan Kunjungan Ibu Datang ke Posyandu dengan Status Gizi Balita di Desa Pleret Panjatan Kulon Progo. Nakah Publikasi.
Yogyakarta: Universitas ‘Aisyiyah.
Hardiansyah, & Supariasa. (2017). Ilmum Gizi Teori & Aplikasi. Jakarta: EGC. Hilmiyah, K., & Afriyani, L., D. (2018). Hubungan Kepatuhan Kunjungan
Posyandu Terhadap Status Gizi Balita di Desa Millir. Indonesian Journal of Midwivery, Vol.2 No.2.
Kementerian Kesehatan RI. (2011). Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia. Nomor: 1995/Menkes/SK/XII/2010 Tentang Standar Antropometri Penilaian status gizi anak. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.
Kemenkes RI. (2011). Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu.
KementrianKesehatan RI.
Kemenkes RI. (2012). Ayo ke Posyandu Setiap Bulan. Kementrian Kesehatan RI Pusat Promosi Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2012). Buku Saku Posyandu. Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Kebijakan dan Strategi Penanggulangan
Stunting di Indonesia. Jakarta: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan Kinerja Kementerian Ksehatan Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Mahardika, S. (2016). Hubungan Pengetahun Ibu tentang Gizi dan Tingkat Kehadiran Anak Balita di Posyandu dengan Status Gizi Anak Balita. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Muaris, H. (2006). Lauk bergizi untuk anak balita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Naininggolan, N.S., Sumardi, & Jas, J. (2014). Efektivitas Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Harum Sari RT 01/RW.05 Kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru. Skripsi. Pekanbaru: Universitas Riau.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan . Jakarta:
Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan Ketiga.
Jakarta: Rineka Cipta.
Noviatasari, R. (2016). Hubungan paritas dengan kejadian risiko kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil di desa sukowono kecamatan sukowono kabupaten Jember. Jember: Universitas Jember.
Niven, N. (2012). Psikologi Kesehatan: Pengantar untuk Perawat & ProfesionalKesehatan Lain, Edisi 2. Jakarta: EGC.
Nurena. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu di suku bajo desa mola selatan kabupaten wakatobi. Makassar: STIKes Nani Hasanuddin.
Nursalam. (2012). Konsep Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan Jilid I. Jakarta: Selemba Medika.
Reihanna & Dursa, S.,B.,A. (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Ibu untuk Menimbang Balita ke Posyandu. Jurnal Kedokteran Yarsi.
Sakbaniyah, S.N.L., Herawati, S., & Mustika, D.N. (2013). Hubungan Pengetahuan Ibu Balita dengan Kepatuhan Kunjungan Balita Posyandu. Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang, Vol.2, No.1.
Santoso, S. (2009). Kesehatan dan Gizi . Jakarta: Rineka Cipta.
Sembiring , N. (2004). Posyandu sebagai sarana peran serta masyarakat dalam usaha peningkatan kesehatan masyarakat. USU Digital Library.
Subagyo, W., Mukhadiono, & Wahyuningsih, D. (2014). Peran Kader dalam memotivasi ibu balita berkunjung ke posyandu di desa pliken. Jurnal Keperawatan Soedirman, e-ISSN: 2579-9320.
Sugiyarti, R., Aprilia, V., & Hati, F. (2014). Kepatuhan kunjungan posyandu dan status gizi balita di posyandu karangbendo Banguntapan, Batul, Yograkarta. JKN Nomor 2 Volume 3.
Sulistyoningsih. (2011). Gizi untuk kesehatan ibu dan anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Susilowati, E. (2017). Kepatuhan Ibu Balita Berkunjung Ke Posyandu Di DesaKarangrejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Jurnal IlmiahKebidanan.
Sulistyorini. (2010). Posyandu dan desa siaga. Yogyakarta: Nuha Medika. Supariasa. (2014). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.
Suryaningsih, H. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu bayi dan balita ke posyandu di puskesmas kemiri muka kota depok tahun 2012. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.
Unicef. (2019). Indonesia: Angka: Angka Masalah Gizi pada Anak Akibat COVID-
dapat Meningkat Tajam Kecuali Jika Tindakan Cepat Diambil. https://www.unicef.org/indonesia/id/press-releases/angka-masalah-gizi-pada-anak-di-indonesia-akibat-covid-19-dapat-meningkat-tajam.
Wati, S., P. (2018). Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Ibu dan Pendapatan Orang Tua dengan Status Gizi Anak Balita Usia 1-5 Tahun di Desa Duwet Kecamata Wonosari Kabupaten Klaten. Skripsi. Surakarta. UMP.
Wulandari, E. (2015). Hubungan Tingkat Kepatuhan Kunjungan Ibu ke Posyandu dengan Status Gizi Balita di Posyandu Sejahtera V Bontang Barat. Skripsi. Samarinda: Stikes Muhammadiyah Samarinda.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurayuda Nurayuda, Surti Angraeni, Umi Daimah, Rosdiana Rosdiana, Rita Kamalia, Nia Clarasari mahalia Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





