Strategi Pengembangan Usahatani Gaharu di Kabupaten Oku Timur
DOI:
https://doi.org/10.55681/sentri.v5i4.6111Keywords:
Agarwood Farming, Development Strategy, PotentialAbstract
This study aims to analyze the internal and external factors of agarwood farming and to formulate appropriate development strategies in East OKU Regency. The research employed a survey method with a census sampling technique involving all agarwood farmers. The analytical tools used were the Internal Factor Evaluation (IFE) matrix, External Factor Evaluation (EFE) matrix, and SWOT analysis to determine strategic positioning. The study was conducted in January 2026. The results indicate that internal factors include the availability of potential land resources, farmers’ experience, and the development of farmer institutions. External factors consist of market demand, relatively high and stable prices, government support, post-harvest processing potential, and partnership opportunities, while threats include price fluctuations, strict trade regulations, pests and diseases, climate change, and competition. Based on the SWOT and IE matrix analysis, agarwood farming is positioned in Quadrant I (aggressive strategy). The recommended strategy is the development of post-harvest processing to enhance value added and competitiveness in a sustainable manner.
Downloads
References
Abdulah, M., Rahman, A., & Siregar, H. (2022). Potensi dan pengembangan tanaman gaharu (Aquilaria spp.) sebagai hasil hutan bukan kayu bernilai ekonomi tinggi. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 11(2), 101–113.
Akter, S., Neelim, A., & Jahan, S. (2020). Agarwood production, challenges, and prospects: A review. Asian Journal of Forestry, 4(2), 63–71.
Amir, M., Sari, D. A., dan Putra, R. (2022). Analisis sistem agroindustri teh gaharu (Aquilaria malaccensis L.) (Studi kasus CV Bumi Harum). Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science, 10(4), 567–576.
Anantanyu, S. (2021). Kelembagaan petani: Peran dan strateginya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 5(1), 1–10.
Arvenia., R., (2017). Kondisi Sosial Ekonomi Pekebun Gaharu Di Desa Kotabaru Barat (Studi pada Masyarakat Desa Kotabaru Barat Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan). Fakultas Ilmusosial Dan Ilmu Politik Universitas Lampung Bandar Lampung.
CIFOR–ICRAF. (2023). Agroforestry systems for sustainable non-timber forest product development in Southeast Asia. Bogor: Center for International Forestry Research and World Agroforestry.
Fatmayati., A., Yamin., M dan Wildayana., E., (2018). Determinant Factors of Gaharu Farmers Income at East OKU South Sumatera Indonesia. International Journal of Science and Research (IJSR). Vol 7 No. 5.
Fauzan, R., dan Nugroho, B. (2021). Agarwood supply chain management in Central Java Province. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(2), 134–142.
Haryanto, T., Wibowo, A., & Nugroho, B. (2022). Penguasaan teknologi induksi dan pengaruhnya terhadap kualitas gaharu hasil budidaya. Jurnal Sylva Lestari, 10(3), 421–432.
Hermawaty, E., Santoso, B., & Lestari, D. (2025). Manajemen waktu panen dan induksi resin pada budidaya gaharu rakyat. Jurnal Hutan Tropis, 13(1), 55–66.
Hidayat, A., dan Lestari, N. (2020). Strategi pengembangan model bisnis teh gaharu pada CV Barokah Access. Jurnal Agribisnis Lahan Kering, 5(1), 45–54.
Hidayat, A., & Fauzi, A. (2021). Hilirisasi hasil hutan bukan kayu sebagai strategi peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Kebijakan Kehutanan, 14(2), 95–108.
IPB Climate Center. (2019). Dampak perubahan iklim terhadap sektor kehutanan dan pertanian di Indonesia. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Ismail, N. A., Zainuddin, N., dan Abdullah, M. (2022). A bibliometric analysis of agarwood research from 1959 to 2021. Journal of Agrobiotechnology, 13(1), 1–15.
Kurniawan, D., Setiawan, I., & Fadli, M. (2022). Permodalan dan manajemen usahatani tanaman tahunan bernilai tinggi di pedesaan. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2), 189–201.
Kurniawan, A., dan Santoso, B. (2020). Mini review on agarwood tea development and market potential. Pakistan Journal of Scientific and Industrial Research Series B: Biological Sciences, 63(2), 120–126
Kurniawan, R., Hartono, S., & Suryantini, A. (2018). Risiko fluktuasi harga komoditas ekspor terhadap pendapatan petani. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2(3), 213–223.
Nurrochmat, D. R., Darusman, D., & Ekayani, M. (2017). Kebijakan pengembangan hasil hutan bukan kayu berbasis masyarakat. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 14(1), 1–15.
Pratiwi, P., & Suryanto, P. (2020). Peran pemerintah dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu berkelanjutan. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 26(2), 120–130.
Putri, R. A., Widodo, S., & Mulyani, A. (2019). Analisis nilai tambah pengolahan hasil hutan bukan kayu terhadap pendapatan masyarakat. Jurnal Agroforestri Indonesia, 4(2), 87–96.
Prasetyo, A., Raharjo, S., & Mulyani, N. (2024). Manajemen usahatani dan kelayakan ekonomi komoditas hasil hutan bukan kayu. Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan, 21(1), 33–45.
Putra, R. A., Yani, A., & Kholik, A. (2023). Pengaruh faktor agroklimat terhadap pertumbuhan tanaman gaharu di lahan masyarakat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 20(2), 95–106.
Rahman, M. M., Hasan, M. K., ddan Islam, M. A. (2018). An economic analysis of agarwood production in north-eastern Bangladesh. Asian Journal of Economics, Business and Accounting, 9(3), 1–10.
Ratu., C., D (2021). Studi Pengembangan Agribisnis Berbasis Gaharu Studi Kasus GLC Gaharu Lumajang Community. Jurnal Universitas Jember. Vol 4 No. 5.
Rahmawati, S., Anwarudin, O., & Sulaiman, A. (2022). Efisiensi penggunaan tenaga kerja keluarga pada usahatani tanaman tahunan. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 17(1), 47–58.
Rahman, A., Yusuf, M., & Lestari, E. (2020). Daya saing komoditas hasil hutan bukan kayu di pasar nasional dan internasional. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(1), 45–56.
Santoso, B., Wulandari, C., & Hermawan, R. (2017). Pengaruh hama dan penyakit terhadap produktivitas tanaman kehutanan. Jurnal Silvikultur Tropika, 8(3), 145–153.
Soehartono, T. (2014). Konservasi dan perdagangan gaharu di Indonesia. Bogor: CIFOR Indonesia.
Soehartono, T., & Mardiastuti, A. (2023). Pemanfaatan dan perdagangan gaharu: Tantangan dan peluang. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).
Subiakto, A., Krisnawati, H., & Suyanto. (2016). Prospek pengembangan gaharu sebagai hasil hutan bukan kayu unggulan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 13(1), 1–12.
Sukadaryati, S., Indrawan, A., & Wijayanto, N. (2018). Kontribusi hasil hutan bukan kayu terhadap pendapatan rumah tangga petani. Jurnal Ekonomi Sumberdaya Alam, 12(2), 101–110.
Susanti, E., Anantanyu, S., & Wibowo, A. (2020). Peran kemitraan agribisnis dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Jurnal Penyuluhan, 16(1), 78–89.
Sari, M., Lestari, R., & Hidayat, A. (2023). Analisis biaya produksi dan efisiensi usahatani berbasis rumah tangga. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 7(3), 812–824.
Suhartono, E., Widodo, S., & Firmansyah, R. (2022). Dinamika pasar dan nilai ekonomi gaharu Indonesia di perdagangan internasional. Jurnal Kebijakan Kehutanan, 9(2), 145–158.
Suryanto, P., Rachman, E., & Kusuma, Y. (2022). Kelembagaan petani gaharu dan implikasinya terhadap daya saing usaha. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 28(1), 77–88.
Triandini, D., & Wangiyana, S. (2024). Strategi pengembangan gaharu budidaya berbasis agroforestri berkelanjutan. Jurnal Agribisnis dan Kehutanan Tropika, 6(1), 14–26.
Vallery., M (2023). Analisis Strategi Pengembangan Usaha Tanaman Gaharu (Aquilaria Malaccenis Lamrk) (Studi Kasus: CV. Cahaya Gaharu, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat). Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.
Widodo, Y., Prasetyo, E., dan Hartono, S. (2021). Teknologi pengolahan teh herbal dari tanaman gaharu. Jurnal Hilirisasi Hasil Pertanian, 4(2), 89–98.
Widodo, A., Hartono, D., & Sulistyono, E. (2022). Kesesuaian lahan dan lingkungan tumbuh tanaman gaharu di wilayah tropis basah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 24(2), 89–100.
Yulia (2021). Strategi Pengembangan Usaha Teh Daun Gaharu “Aliana” Di Desa Simpang Perlang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Jurnal Agrimals, Volume 1, Nomor 1.
Yuliana, N., Prabowo, T., & Sasmita, R. (2023). Peningkatan kapasitas petani dalam budidaya hasil hutan bukan kayu bernilai tinggi. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(2), 201–212.
Wahyudi, A., & Darusman, D. (2019). Stabilitas harga hasil hutan bukan kayu dan implikasinya terhadap pendapatan petani. Jurnal Manajemen Sumberdaya Alam, 9(2), 134–145.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Al Furqany, Fifian Permata Sari, Munajat Munajat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





