Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan dari Ekstrak Jamur Susu Harimau (Lignosus Rhinocerus) dengan Metode DPPH dan Frap

Authors

  • Malahayati Malahayati Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
  • Ainil Fithri Pulungan Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
  • Zulmai Rani Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
  • Ridwanto Ridwanto Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

DOI:

https://doi.org/10.55681/sentri.v5i1.5492

Keywords:

Jamur Susu Harimau, Antibakteri, Antioksidan, DPPH, FRAP

Abstract

Jamur susu harimau (Lignosus rhinocerus) merupakan tumbuhan langka yang telah lama digunakan secara tradisional dan memiliki potensi besar sebagai agen antibakteri dan antioksidan, terutama di tengah meningkatnya masalah resistensi antibiotik. Hal ini didukung oleh kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, steroid, tannin, alkaloid, dan saponin yang berperan penting dalam melawan infeksi bakteri patogen dan menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol jamur susu harimau terhadap bakteri Gram-positif Staphylococcus aureus dan Gram-negatif Escherichia coli, serta mengevaluasi kapasitas antioksidannya menggunakan dua metode komplementer, yaitu DPPH dan FRAP. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dari serbuk simplisia, dan pengujian aktivitas dilakukan pada tiga variasi konsentrasi: 50%, 60%, dan 70%. Hasil uji antibakteri menunjukkan aktivitas yang kuat dan bersifat konsentrasi-tergantung. Pada konsentrasi 70%, diameter zona hambat mencapai 20,40 mm untuk S. aureus dan 16,30 mm untuk E. coli. Pada uji antioksidan, ekstrak menunjukkan kemampuan yang signifikan dengan nilai IC50 sebesar 86,15 ppm (metode DPPH) dan 77,13 ppm (metode FRAP), yang termasuk dalam kategori kuat. Secara keseluruhan, hasil ini tidak hanya mengonfirmasi potensi jamur susu harimau sebagai sumber senyawa bioaktif alami, tetapi juga memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangannya lebih lanjut sebagai agen terapeutik baru dalam mengatasi infeksi bakteri dan mitigasi stres oksidatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustiarini V, Wijaya P, Farmasi J, Matematika F, Alam P, Sriwijaya U, et al. Jurnal Penelitian Sains. 2022;24 (April):29–32. Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol-air (1:1) bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil).

Aulia, S., Yuniarti, R., Dalimunthe, G. I., & Ridwanto, R. (2023). Uji Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Daun Melinjo (Gnetum Gnemon L.) Dengan Menggunakan Spektrofotometri Visibel. Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional, 1(2), 130-146.

Cornelli, U. (2009). Antioxidant use in nutraceuticals. Clinics in Dermatology, 27(2), 175–194.

Daud, Nur Saadah. dkk. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Batang Meistera chinensis Terhadap Escherichia coli ATCC 35218. Warta Farmasi. Politeknik Bina Husada Kendari.

Depkes RI. (1989). Materia Medika Indonesia. Jilid V. Jakarta: DepartemenKesehatan RI.

Depkes RI. (1995). Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : DepartemenKesehatan RI.

Emilda, Pinarsi., dan Syukrilla G. (2021).Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksana Etil asetat dan air daun Leunca (Solanum nigrum)terhadap Bakteri Staphy Lococcus aureus dan Escherichia coli. Jakarta : Journal Indonesia Research. Vol 6. No 1. Halaman 12.

Misna, M., & Diana, K. (2016). aktivitas antibakteri ekstrakkulit bawang merah (allium cepa l.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal), 2(2), 138–144.

Molyneux, P. (2004). The Use of The Stable Free Radical Diphenylpicryl hydrazil (DPPH) For Estimating Antioxidant Activity. Songklanarin J.Sci. Technol.

Nabila, A. (2022). Aktivitas Antimikroba Sabun Mandi Padat Terhadap Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli Bakteri Patogen Manusia. Serambi Biologi. Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Padang, West Sumatera, Indonesia.

Salim (2023). Efektivitas Sediaan Sabun Wajah Cair Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Metode Difusi. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa. Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Setyana, Khoiriyah Dea. (2023). Validasi Metode Uji Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode Frap (Ferric Reducing Antioxidant Power) Secara Spektrofotometri Uv-Vis Serta Uji Aktivitas Antioksidan Pada Kulit Buah Kakao Dan Kulit Buah Nanas. Fakultas Matematika. Universitas Lampung Bandar.

Yap, Y. H., Tan, N., Fung, S., Aziz, A. A., Tan, C., & Ng, S. (2013). Nutrient composition, antioxidant properties, and anti-proliferative activity of Lignosus rhinocerus Cooke sclerotium. Journal of the Science of Food and Agriculture, 93(12), 2945–2952

Yen, G. C. & Hui, Y. C. (1995). Antioxidant Activity of Various Tea Extracts in Relation to Their Antimutagenicity. J. Agric. Food Chem.

Zarwinda I. (2022). Analisis Kandungan Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Buah-Buahan Khas Dataran Tinggi Gayo Aceh. 9 (2).

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Malahayati, M., Pulungan, A. F., Rani, Z., & Ridwanto, R. (2026). Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan dari Ekstrak Jamur Susu Harimau (Lignosus Rhinocerus) dengan Metode DPPH dan Frap. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(1), 536–547. https://doi.org/10.55681/sentri.v5i1.5492