Kepastian Hukum Sertipikat Hak Atas Tanah di Atas Laut

Authors

  • Nita Anggraini Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Rudy Iskandar Ichlas Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Multi Sri Asnani Universitas Muhammadiyah Kendari

DOI:

https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5203

Keywords:

Kepastian Hukum, Kewenangan Pemerintahan, Kekosongan Norma, Ruang Laut, Bangunan Permanen, Masjid Al-Alam

Abstract

This study examines the regulatory challenges arising from the utilization of marine space for the construction of permanent buildings and their implications for the exercise of state authority in Indonesia. The problem emerges from a normative dualism between agrarian law and maritime law. The Basic Agrarian Law confines the regime of land rights and state control to terrestrial areas, while maritime regulations merely regulate the administrative licensing of marine space utilization without recognizing permanent legal rights. This regulatory gap creates legal uncertainty and constrains government institutions from acting consistently with the principle of legality, particularly in determining the legal status of permanent structures built over water, such as the Al-Alam Mosque in Kendari. The research aims to analyze the impact of this normative vacuum on governmental authority in providing legal certainty and to assess the juridical consequences resulting from the absence of a clear legal basis governing permanent buildings in marine areas. A normative juridical method is employed, using statutory analysis and conceptual approaches to examine regulatory hierarchy, coherence between legal regimes, and the scope of administrative authority in managing marine space. The findings reveal that the absence of explicit norms regulating the legal status of marine space for permanent structures prevents government bodies from issuing legally sustainable decisions that ensure long-term protection. The study contributes to legal discourse by clarifying structural weaknesses within the existing regulatory framework and provides practical insights for policymakers by emphasizing the urgency of establishing integrated legal instruments to ensure legal certainty, and institutional coherence.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33 ayat (3)

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Pasal 2 ayat (2)

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Pasal 21

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Pasal 19 Ayat (1)

Republik Indonesia, Undang-Undang Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, UU No. 5 Tahun 1960, LN No. 104 Tahun 1960, TLN No. 2043, Ps. 4 Ayat (1).

Republik Indonesia, Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Republik Indonesia, Undang-Undang tentang Administrasi Pemerintahan, UU No. 30 Tahun 2014, LN No. 292 Tahun 2014, TLN No. 5601, Ps. 8.

Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 tentang Badan Pertanahan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 21) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2021 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 70)

Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, Edisi Revisi (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2018), hlm. 95

Apriani, Desi, and Arifin Bur, ‘Kepastian Hukum Dan Perlindungan Hukum Dalam Sistem Publikasi Pendaftaran Tanah Di Indonesia’, 5 (2021)

Arba, M, and L Wira Pria Suhartana, ‘Kewenangan Badan Pertanahan Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan Authority of the National Land Agency in Settlement of Land Disputes’, 7 (2019)

B, Muh Nur Jaya, Djohar Arifin, and Sri Khayati, ‘Tinjauan Hukum Terhadap Pengaturan Penguasaan Dan Penggunaan Tanah Di Kawasan Pantai (Suatu Studi Di Kecamatan Moramo)’, 07 (2025), 3687–3704 <https://mail.jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sulrev/article/view/1181>

Fatmawati, Ahmad Rustan, Dirawati, Fatwa Al Yusak, ‘Aspek Hukum Dalam Pengendalian Dan Pemanfaatan Ruang Di Kota Kendari’, 13 (2024), 119–34

Freddy Harris, meilana, ‘Tanggung Jawab Badan Pertahanan Nasional (BPN) Dalam Penerbitan Sertifikat Ilegal Di Laut’, 5 (2025) <https://doi.org/https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1502>

Hanisa, Intan, I Gusti Ketut, Ayu Rachmi, and Lego Karjoko, ‘Implikasi Hukum Sengketa Sertifikat Ganda Terhadap Kepastian Hak Atas Tanah Dan Asas Kepastian Hukum Di Indonesia’, 04 (2025), 144–49

Hidayat, Syahril, Melly Rifa, and Rizki Nurdiansyah, ‘Analisis Keabsahan Sertifikat Hak Guna Bangunan Yang Terbit Diatas Laut’, 2 (2025) <https://journal.appihi.or.id/index.php/Amandemen/article/download/824/1072/4350>

Lasabuda, Ridwan, ‘Jurnal Ilmiah Platax Tinjauan Teoritis Dalam Perspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia Regional Development in Coastal and Ocean in Archipelago Perspective of The Republic of Indonesia Jurnal Ilmiah Platax’, 2013

Mahfudz, ‘Dampak Ekonomi Terhadap Pengembangan Wisata Religi Masjid Al-Alam Kota Kendari’, 2023, 260–70

Mhd. Zakiul Fikri, ‘Ketika Tanah Mengapung: Aspek Hukum Sertifikat Tanah Di Atas Air’, 1945 <https://www.hukumonline.com/berita/a/ketika-tanah-mengapung--aspek-hukum-sertifikat-tanah-di-atas-air-lt6818f04b7be41/>

Muhidin, Khairudin, Badan Pertanahan Nasional, Sekolah Tinggi, and Pertanahan Nasional, ‘Analisis Penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan Permukiman Suku Bajo Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara’, 2024

Pertiwi, Putri Indah, Rafli Devit Pratama, M Fajar Bassya Azman, Muhamad Ikhwan Pratama, Farid Naufal Ramdhani, Fakultas Hukum, And Others, ‘Analisis Yuridis Pemalsuan Dokumen Dalam Penerbitan Shm Dan Shgb (Studi Kasus : Pagar Laut Tangerang)’, 2025

Pransisto, Johamran, Lilis Suryani, Andi Heridah, Saharuddin Saharuddin, and Dewi Rasda, ‘Konflik Dan Harmonisasi Regulasi Hak Atas Tanah Laut : Studi Kasus Penataan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil’, 12 (2025), 247–54

Putri, Calista, Tanujaya Devy, and Yulyana Rigel, ‘Analisis Putusan Nomor 89 / Pdt . G / 2016 / PN Gin Berdasarkan Asas Pemisahan Horizontal Dalam Hukum Agraria Nasional’, 8 (2024), 637–47 <https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/download/6363/3815/19463>

Roland Berliando, Tihadanah, Arihta Ester Tarigan, ‘Tinjauan Yuridis Pemberian Hak Pengelolaan Pulau Pulau Kecil Terhadap Warga Asing Berdasarkan Uu No 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil’, 2014

Salsabella, Silvia, and Tiyas Vika Widyastuti, ‘Pembaharuan Regulasi Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum Dalam Konsepsi Ganti Untung’, 47–56 <https://plj.fh.upstegal.ac.id/index.php/plj/article/download/59/46/646>

Sidabutar, Barita, ‘Legal Security Of Land Ownership By The System Law In Indonesia And Judicia Practice Kepastian Hukum Kepemilikan Hak Atas Tanah Menurut Sistem Hukum Di Indonesia Dan Praktik Yudisial’, 2023, 5–6

Supriyadi, Mohammad Wangsit, Mustafid Milanto Achmad, Nurshoim Ramadhan Putra, and Taufiqurrohman Syahuri, ‘Pokok Pikiran Dan Sumbangsih Fundamental Gustav’, 07 (2025), 395–413

Zahra Mutia, Ery Agus Priyono, ‘Kepastian Hukum Atas Status Tanah Adat Setelah Berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria’, 9 (2025), 131–46

Zahra, Zhafirah, and Lena Hanifah, ‘Penerbitan Hak Guna Bangunan ( Hgb ) Di Atas Perairan ( Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3 / PUU-VIII / 2010 ) Issuance of Building Rights Title ( HGB ) on Waters ( Study of Constitutional Court Decision Number 3 / PUU-VIII / 2010 )’, 8 (2025), 3515–39 <https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7866>

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Anggraini, N., Ichlas, R. I., & Asnani, M. S. (2025). Kepastian Hukum Sertipikat Hak Atas Tanah di Atas Laut. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(12), 4478–4487. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5203