Pengembangan Ekonomi Biru Melalui Optimalisasi Pengelolaan Tambak Garam Nunkurus di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang

Authors

  • Yutriani Andhika Universitas Nusa Cendana
  • David B.W. Pandie Universitas Nusa Cendana
  • Maria M. Lino Universitas Nusa Cendana
  • Syukur Adang Djaha Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5150

Keywords:

Blue Economy, Coastal Communities, Coastal Management, Salt Ponds, Technological Innovation

Abstract

The blue economy concept emphasizes a balance between economic growth, marine environmental conservation, and improving the welfare of coastal communities. Nunkurus Village has great potential to be developed as a model for blue economy-based salt pond management. There are several problems that need to be addressed, such as technological limitations and institutional aspects that are not yet functioning optimally. Research is needed to examine strategies for optimizing salt pond management in Nunkurus Village within the framework of sustainable blue economy development. This research is important because it uses a blue economy approach to optimize salt ponds in Nunkurus Village, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. The results of this research indicate that the adoption of technology in Nunkurus Village's salt ponds is still low, weak coastal spatial planning, and a lack of preparedness for climate change cause the ponds to operate inefficiently and be vulnerable to weather disruptions. Salt ponds in Nunkurus Village can only produce 70–80 tons of salt per hectare per year with NaCl content ranging from 90–93 percent, resulting in consistently low selling prices. The optimization strategies that can be implemented are (1) increasing technology adoption and (2) enhancing human resource professionalism and institutional capacity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. (2023). Data Curah Hujan Wilayah Nusa Tenggara Timur Tahun 2018–2023. BMKG.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. (2024). Kabupaten Kupang dalam Angka 2024. Kupang: BPS Kabupaten Kupang.

Cicin-Sain, B., & Knecht, R. W. (1998). Integrated Coastal and Ocean Management: Concepts and Practices. Washington, D.C.: Island Press.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang. (2024). Laporan Tahunan Produksi Garam Rakyat Desa Nunkurus. DKP Kabupaten Kupang.

Food and Agriculture Organization (FAO). (2021). Blue Transformation: Sustainable Ocean Economies for Food Security and Livelihoods. Rome: FAO.

Food and Agriculture Organization. (2021). Blue Transformation: Roadmap for Sustainable Blue Economy. FAO.

Haryono, A. (2022). Optimalisasi Pengelolaan Tambak Garam Berkelanjutan Melalui Inovasi Teknologi dan Kelembagaan. Jurnal Pesisir dan Lautan Indonesia, 14(2), 85–96. https://doi.org/10.1234/jpli.v14i2.457

Haryono, A. (2022). Optimalisasi produksi garam melalui inovasi geomembran pada tambak rakyat. Jurnal Sumberdaya Pesisir dan Laut, 14(2), 101–116.

Kay, R., & Alder, J. (2005). Coastal Planning and Management (2nd ed.). London: Routledge.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2022). Rencana Aksi Nasional Ekonomi Biru 2021–2025. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Statistik Kelautan dan Perikanan Indonesia 2023. Jakarta: KKP.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2022). Kebijakan Ekonomi Biru Indonesia. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.

Latifah, S. N., & Rahmawati, L. (2022). Dampak perubahan iklim terhadap produktivitas garam. Jurnal Lingkungan dan Pesisir, 11(1), 33–47.

Pauli, G. (2010). The Blue Economy: 10 Years, 100 Innovations, 100 Million Jobs. New Mexico: Paradigm Publications.

Putra, I. G. P., & Asmara, R. (2023). Analisis Efisiensi dan Tantangan Pengelolaan Tambak Garam di Indonesia. Jurnal Ekonomi Maritim dan Pesisir, 6(1), 44–59. https://doi.org/10.21009/jempesi.v6i1.232

Putra, I. M., & Asmara, A. Y. (2023). Tantangan produksi garam rakyat dalam era industrialisasi. Jurnal Ekonomi Kelautan dan Pesisir, 8(1), 45–59.

Rahman, F. (2021). Peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan petambak garam. Jurnal Ekonomi Pembangunan Pesisir, 12(2), 55–68.

Sari, D. A., Mulyadi, T., & Rahmawati, N. (2021). Kajian Teknis dan Sosial dalam Peningkatan Produksi Garam Rakyat di Wilayah Pesisir Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 11(3), 411–423. https://doi.org/10.29244/jpsl.11.3.411-423

Sari, N. M., Lestari, R., & Wicaksono, M. A. (2021). Kelembagaan petambak garam dalam mendukung keberlanjutan produksi. Jurnal Sosial dan Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 16(3), 215–228.

Sudarsono, B. (2020). Strategi pengembangan industri garam nasional berbasis teknologi. Jurnal IPTEK Perikanan dan Kelautan, 17(1), 77–90.

UNEP. (2020). Blue Economy Pathways for Sustainable Ocean Governance. United Nations Environment Programme.

UNESCO. (2021). Climate Change and Coastal Ecosystems: Global Outlook Report. UNESCO Publishing.

United Nations Environment Programme (UNEP). (2020). Blue Economy and Sustainable Development for Coastal Communities. Nairobi: UNEP.

Wahyudi, E. (2023). Evaluasi rantai pasok garam rakyat di Indonesia. Jurnal Manajemen Agroindustri, 10(1), 29–44.

Wijayanto, D. (2022). Tata kelola pesisir dan dampaknya terhadap industri garam rakyat. Jurnal Administrasi Publik Maritim, 9(3), 190–205.

World Bank. (2021). Blue Economy Development Framework: Growing the Blue Economy to Combat Poverty and Accelerate Prosperity. Washington, D.C.: The World Bank.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Yusuf, M. (2020). Analisis produktivitas tambak garam tradisional di Indonesia bagian timur. Jurnal Kelautan Nusantara, 5(2), 87–101.

Yusuf, M. A., & Rahardjo, A. (2022). Strategi Penguatan Ekonomi Biru di Wilayah Pesisir: Pendekatan Kebijakan Terpadu. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 7(4), 203–218.

Zakaria, F., & Latuconsina, H. (2021). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan di Indonesia Timur. Jurnal Sosial Maritim, 9(2), 133–149.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Andhika, Y., Pandie, D. B., Lino, M. M., & Djaha, S. A. (2025). Pengembangan Ekonomi Biru Melalui Optimalisasi Pengelolaan Tambak Garam Nunkurus di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(12), 4302–4313. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5150