Strategi Pemasaran Cabai Katokkon dengan metode Analisis SWOT dan Prioritas Rekomendasi di Kabupaten Tana Toraja

Authors

  • Selfina Somalinggi Universitas Islam Makassar
  • Syamsul Rahman Universitas Islam Makassar
  • Helda Ibrahim Universitas Islam Makassar

DOI:

https://doi.org/10.55681/sentri.v5i1.5131

Keywords:

Strategi Pemasaran, Inovasi, Cabai Katokkon, SWOT, Tana Toraja

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku usaha dalam memasarkan Cabai Katokkon khas Toraja serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing produk. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan kunci terdiri dari 15 petani, 10 pedagang, dan 5 pelaku UMKM di Kabupaten Tana Toraja. Analisis strategi dilakukan menggunakan kerangka SWOT yang diolah melalui Matriks IFAS dan EFAS. Hasil perhitungan Matriks IFAS adalah 2.19, mengindikasikan bahwa kondisi internal usaha lebih didominasi oleh Kelemahan. Sementara itu, Skor EFAS adalah 2.50, menunjukkan bahwa Peluang eksternal berada dalam posisi netral atau seimbang dengan Ancaman. Posisi strategis ini menempatkan pemasaran Cabai Katokkon pada Kuadran II (Strategi Diversifikasi/Turnaround), yang memerlukan perbaikan internal. Faktor Kelemahan paling kritis adalah rendahnya pengetahuan budidaya (W5) yang menjadi bottleneck utama bagi konsistensi kualitas (W2). Prioritas strategi utama yang direkomendasikan adalah Strategi WT (Defensif): Akselerasi peningkatan mutu budidaya dan efisiensi rantai pasok untuk memitigasi Ancaman iklim dan kenaikan biaya input. Strategi ini kemudian didukung oleh Strategi SO (Agresif), yaitu penguatan brand digital premium dan diversifikasi produk olahan untuk memanfaatkan tren pasar pedas dan e-commerce. Kesimpulan penelitian ini adalah Strategi pemasaran Cabai Katokkon menghadapi masalah mendasar, yaitu kontradiksi antara ambisi dan realitas. Disatu sisi, produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi brand premium karena sudah dikenal luas di luar Toraja dan dianggap unik (Kekuatan S1 & S4). Disisi lain, potensi ini terhalang oleh titik kemacetan (bottleneck) utama: rendahnya keterampilan budidaya yang berujung pada kualitas produk yang tidak konsisten.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education. [Dikutip pertama kali di sumber 6 dan 37]

Rosliana, Y., & Setyowati, N. (2019). Keunikan dan Potensi Cabai Katokkon (Capsicum chinense Jacquin) Asal Toraja. Jurnal Agribisnis Indonesia, 7(1), 1-10. [Dikutip pertama kali di sumber 11]

Sumarno, A. (2020). Analisis Rantai Pasok dan Pemasaran Cabai Katokkon di Sulawesi Selatan. Jurnal Ekonomi Pertanian, 4(2), 45-56. [Dikutip pertama kali di sumber 14]

Tidd, J., & Bessant, J. (2018). Managing Innovation: Integrating Technological, Market and Organizational Change (6th ed.). Wiley. [Dikutip pertama kali di sumber 19]

Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Prinsip-Prinsip Pemasaran (17th ed.). Pearson Education. [Dikutip pertama kali di sumber 29]

Gurel, E., & Tat, M. (2017). SWOT Analysis: A Theoretical Review. Journal of International Social Research, 10(51), 994-1006. [Dikutip pertama kali di sumber 75]

David, F. R. (2011). Strategic Management: Concepts and Cases (13th ed.). Pearson Education. [Dikutip pertama kali di sumber 83]

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Somalinggi, S., Rahman, S., & Ibrahim, H. (2026). Strategi Pemasaran Cabai Katokkon dengan metode Analisis SWOT dan Prioritas Rekomendasi di Kabupaten Tana Toraja. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(1), 330–341. https://doi.org/10.55681/sentri.v5i1.5131