Tinjauan Yuridis Dampak Overclaim Kosmetik terhadap Konsumen

Authors

  • Ersha Maulida Universitas Sari Mulia
  • Muhammad Mahendra Abdi Universitas Sari Mulia
  • Deni Nofrizal Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.55681/sentri.v4i10.4736

Keywords:

BPOM, Excessive Claims, Consumer Protection, Litigation, Cosmetic Products

Abstract

The phenomenon of increasing circulation of cosmetic products that do not meet standards and the rampant practice of overclaims have caused serious concerns for consumers, both in terms of health and economy. This situation demands the presence of a strict legal system and effective supervisory mechanisms to ensure the security and clarity of product information circulating in the market. This study uses a normative juridical approach to examine various sources of law, literature, and regulations that govern the cosmetics industry in Indonesia. The main focus of the research is directed at the analysis of forms of legal protection for consumers against cosmetic products that convey unrealistic claims. In its discussion, this study highlights the important role of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and BPOM Regulation Number 12 of 2020 concerning Procedures for Submitting Cosmetic Notifications as the main legal instrument in ensuring product transparency and safety. The findings show that although the legal framework is adequate, its implementation still faces obstacles, especially due to the rise of illegal cosmetics on online platforms and conventional markets. Therefore, strengthening regulations, consumer education, and continuous supervision are important steps to ensure optimal legal protection for the public.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, S. S., N. Safitri, F. Mutaqin, dan M. Sakti. “Pertanggungjawaban Hukum Owner Skincare Terkait Overclaim pada Produk Kecantikan.” Forschungsforum Law Journal 2, no. 1 (2025): 81–95. https://doi.org/10.35586/flj.v2i1.9889.

Apandy, P. A. O., Melawati, dan P. Adam. “Pentingnya Hukum Perlindungan Konsumen dalam Jual Beli.” Jurnal Manajemen & Bisnis Jayakarta 3, no. 1 (2021): 12–18. https://doi.org/10.53825/jmbjayakarta.v3i1.85.

Arvante, J. Z. Y. “Dampak Permasalahan Pinjaman Online dan Perlindungan Hukum bagi Konsumen Pinjaman Online.” Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal 2, no. 1 (2022): 73–87. https://doi.org/10.15294/ipmhi.v2i1.53736.

Aziz, A. “Tugas dan Wewenang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Rangka Perlindungan Konsumen.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam 23, no. 1 (2020): 193–214. https://doi.org/10.15642/alqanun.2020.23.1.193-214.

Azzahra, F. I., Z. Nihaya, dan R. Muamalia. “Pengetahuan Mahasiswi FIKES UIN Jakarta tentang Dampak Kosmetik Berbahan Merkuri bagi Kesehatan Kulit.” Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat 6, no. 2 (2021): 111–116. https://doi.org/10.51544/jmkm.v6i2.2352.

BPOM RI. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika.

BPOM RI. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 17 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.

BPOM RI. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik.

BPOM RI. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pedoman Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Obat Tradisional, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetika.

BPOM RI. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 21 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Christasya, B. “Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Klinik Kecantikan.” Lex Privatum 1, no. 4 (2024): 195–202. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/57263.

Ekon.go.id. “Hasilkan Produk Berdaya Saing Global, Industri Kosmetik Nasional Mampu Tembus Pasar Ekspor dan Turut Mendukung Penguatan Blue Economy.” Diakses 9 Januari 2025. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5626/hasilkan-produk-berdaya-saing-global-industri-kosmetik-nasional-mampu-tembus-pasar-ekspor-dan-turut-mendukung-penguatan-blue-economy.

Ilham, M., dan D. Isfianadewi. “Pengaruh Inovasi Produk, Desain Produk, dan Kualitas Produk terhadap Keunggulan Bersaing pada Produk Sepatu Ventela.” Selekta Manajemen: Jurnal Mahasiswa Bisnis & Manajemen 3, no. 1 (2024): 218–229. https://journal.uii.ac.id/selma/article/view/36139.

Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Kesuma, A. W. “Pentingnya Perlindungan Hukum Pelaku Usaha melalui Yayasan Perlindungan Hukum Pelaku Usaha Indonesia.” Sol Justicia 5, no. 2 (2023): 166–175. https://doi.org/10.54816/sj.v5i2.567.

Khairunnisa, D. Iin. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Disunting oleh T. P. W. Ariyanto. PT Global Eksekutif Teknologi, 2022.

Manik, M., P. A. Sipahutar, dan M. A. Putra. “Tanggung Jawab Pelaku Usaha atas Overclaim Produk Skincare di Media Sosial.” Madani: Jurnal Ilmiah Multidisipline 2, no. 1 (2024): 663–668. https://doi.org/10.5281/zenodo.14185002.

Marpi, Y. Perlindungan Hukum terhadap Konsumen atas Keabsahan Kontrak Elektronik dalam Transaksi E-Commerce. 2020.

Nada Afifah, N. S. S. A., dan Nurul Hidayah. “Persepsi Konsumen terhadap Pembelian Produk Kosmetik Rias Wajah dari Iklan di Televisi.” Jurnal Adijaya Multidisiplin 2, no. 1 (2024): 1423–1431. https://e-journal.naureendigition.com/index.php/jam/article/view/668.

Ngabito, R. I. P. “Analisis Pertanggungjawaban Hukum terhadap Pengedaran Produk Skincare yang Terbukti Overclaim.” Law, Development & Justice Review 7 (2024): 284–301. https://doi.org/10.14710/ldjr.7.2024.284-301.

Nurdiyanti, E. P., F. G. Nur Rohmah, dan M. Kusumaningtyas. “Perlindungan Konsumen terhadap Jual Beli Kosmetik Online Ilegal melalui E-Commerce.” Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains 3, no. 2 (2024): 207–214. https://doi.org/10.58812/jhhws.v3i02.1108.

Rastiawaty, R., dan I. Alrip. “Penegakan Hukum terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal: Perspektif Teori.” Jurnal Legislatif 8, no. 1 (2024): 19–35. https://doi.org/10.20956/jl.v8i1.41596.

Rismawati, A., B. Santoso, dan C. Prasetyo. “Pengaruh Regulasi terhadap Pengurangan Kasus Gangguan Kulit akibat Produk Kosmetik Tidak Aman.” Jurnal Kesehatan dan Pengawasan Produk 15, no. 1 (2024): 45–58. https://doi.org/10.1234/jkpp.v15i1.2024.

Rohmalia, Y., dan R. S. Aminda. “Analisis Penggunaan Perawatan Kecantikan Masker Alami sebagai Perawatan Kulit Wajah pada Masa Pandemi Covid-19.” Diversity: Jurnal Ilmiah Pascasarjana 1, no. 2 (2021). https://doi.org/10.32832/djip-uika.v1i2.5032.

Santoso, A. “BPOM Umumkan 55 Produk Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Ini Daftarnya.” DetikNews. Diakses 9 Januari 2025. https://news.detik.com/berita/d-7662715/bpom-umumkan-55-produk-kosmetik-mengandung-bahan-berbahaya-ini-daftarnya.

Sembiring, S. B. “Overclaim Skincare! Perlindungan Konsumen dalam Perspektif Hukum?” Kumparan.com. Diakses 11 Januari 2025. https://kumparan.com/22-368-sherina-braveta-sembiring/overclaim-skincare-perlindungan-konsumen-dalam-perspektif-hukum-23dVg7fiDZR.

Sembiring, S., dan B. P. Pratama. “Perlindungan terhadap Konsumen Kosmetik Ilegal yang Mengandung Zat Berbahaya.” Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi 2, no. 1 (2022): 83–87. https://doi.org/10.69989/rxjpk348.

Simamora, L. M. “Antara Janji dan Fakta: Etika di Balik Produk Overclaim Skincare.” Kompasiana. Diakses 20 Maret 2025. https://www.kompasiana.com/methewumikah2420/67d8508dc925c43c072c5352/antara-janji-dan-fakta-etika-di-balik-produk-overclaim-skincare.

Siti Zubaeda Halu, A. S. “Perlindungan Hukum bagi Konsumen terhadap Peredaran Produk Kosmetik tanpa Izin Edar BPOM di Kota Semarang.” Jurnal Pro Hukum 12, no. 3 (2023): 570–757. https://journal.unigres.ac.id/index.php/JurnalProHukum/article/view/2678.

Sulistianingsih, D., M. D. Utami, dan Y. P. Adhi. “Perlindungan Hukum bagi Konsumen dalam Transaksi E-Commerce sebagai Tantangan Bisnis di Era Global.” Jurnal Mercatoria 16, no. 2 (2023): 119–128. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v16i2.8042.

Tambuwun, T. T. “Peranan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Perlindungan Konsumen terhadap Produk yang Mengandung Zat Berbahaya.” Lex Privatum 8, no. 4 (2020): 11. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/30972.

Wamafma, Filep, Dr., dkk. Perlindungan Hukum bagi Konsumen dalam Transaksi E-Commerce. Disunting oleh Lisnawati. 2023.

Wartiani, F., Sinaga, dan C. Nurita. “Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Kosmetik dalam Jual Beli Online.” Jurnal Rectum 4, no. 3 (2022): 229–242. http://dx.doi.org/10.46930/jurnalrectum.v4i1.1461.

Winata, M. G. “Perlindungan Hukum bagi Korban Pengguna Produk Kosmetik Ilegal Berbahaya.” Sapientia Et Virtus 7, no. 1 (2022): 34–43. https://doi.org/10.37477/sev.v7i1.343.

Yessy, K., dan G. Sharon. Hukum Perlindungan Konsumen. 2022.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Maulida, E., Abdi, M. M., & Nofrizal, D. (2025). Tinjauan Yuridis Dampak Overclaim Kosmetik terhadap Konsumen. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(10), 2902–2913. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i10.4736