MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace <p><strong>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</strong> is an journal containing research articles in several fields, namely: (1) teaching Indonesian language and local, regional and foreign languages; (2) Indonesian, regional and foreign linguistics; and (3) Indonesian, regional and foreign literature. <em>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</em> can be reserved for researchers, academics, professionals, practitioners, and students to deliver the results of his research in the form of research articles.</p> <p><em>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</em> can have <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230324340027516" target="_blank" rel="noopener">E-ISSN 2986-7193</a></strong>. First published in March 2023 by Indonesian Language Education Program, Institut Pendidikan Nusantara Global. <em>MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing</em> will regularly be published four times a year in March, June, September, and December. </p> en-US memace@nusantaraglobal.ac.id (Hendri ) memace@nusantaraglobal.ac.id (LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global) Sun, 29 Mar 2026 16:29:18 +0000 OJS 3.3.0.14 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS KESALAHAN INTRALINGUAL SISWA DALAM BAHASA MANDARIN MELALUI TRANSKRIPSI https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace/article/view/6003 <p>Penelitian ini mengkaji kesalahan intralingual siswa dalam mentranskripsi audio <em>listening section</em> HSK IV melalui pendekatan <em>error analysis</em>. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi kesalahan performatif dan dampaknya secara semantik kognitif. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dominan menghasilkan <em>full</em> dan <em>partial transcription</em>. Pada aspek performatif, <em>misformation</em> menjadi kesalahan yang paling dominan, diikuti <em>addition</em> dan <em>omission</em>, yang seringkali muncul bersamaan. Secara semantik kognitif, kesalahan dipicu oleh ketidaktelitian dan keterbatasan pemetaan kosakata siswa yang merusak makna ujaran. Penelitian ini juga membuktikan bahwa penggunaan teknologi pengetikan tidak mengeliminasi kesalahan linguistik, mengingat hambatan utama terletak pada pemahaman fonetik dan struktur bahasa. Temuan ini diharapkan berkontribusi dalam merancang evaluasi dan pengajaran bahasa Mandarin yang lebih efektif.</p> Williams Wijaya, T. Kasa Rullah Adha, Niza Ayuningtias Copyright (c) 2026 Williams Wijaya, T. Kasa Rullah Adha, Niza Ayuningtias https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/memace/article/view/6003 Sun, 29 Mar 2026 00:00:00 +0000