https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jiopj/issue/feed Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani 2026-10-26T04:18:12+00:00 LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global jiopj@nusantaraglobal.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani publish online with <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230915362026706" target="_blank" rel="noopener">E-ISSN 3025-8502</a></strong>. First published in June 2023 by Physical Education Program, Institut Pendidikan Nusantara Global. This journal focuses on the sport sciences, physical education, sport health, sports tourism, sports marketing, and the sports industry. To be considered for publication, manuscripts must original and relevant to the aforementioned topics. Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani will regularly be published two times a year in June and December. </p> https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jiopj/article/view/7347 SPEKTRUM KEOLAHRAGAAN NUSANTARA: INTEGRASI NILAI KEARIFAN TRADISIONAL MENUJU EKOSISTEM SMART SPORT DAN INDUSTRI DIGITAL MODERN 2026-10-26T04:10:53+00:00 Riska Riska riskajanuarr@gmail.com Anggi Anggi anggilaona@gmail.com Bastian Bastian bastian11@gmail.com <p>Evolusi industri 5.0 menuntut sektor olahraga untuk bertransisi menuju ekosistem Smart Sport yang digerakkan oleh Internet of Things (IoT), Big Data, dan Kecerdasan Buatan (AI). Namun, digitalisasi ini kerap mengesampingkan eksistensi olahraga tradisional Nusantara yang kaya akan nilai kearifan lokal. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja integratif untuk memanifestasikan spektrum keolahragaan tradisional (seperti Pencak Silat dan Sepak Takraw) ke dalam ekosistem industri digital modern. Menggunakan pendekatan eksperimen in silico, penelitian ini mengeksekusi simulasi Agent-Based Modeling (ABM) pada 10.000 entitas pengguna virtual dan simulasi arsitektur IoT berbasis komputasi awan (cloud-edge computing). Algoritma simulasi mengukur dua metrik utama: (1) Tingkat penerimaan pengguna (Cultural-Technology Acceptance Rate) dan (2) Presisi pelacakan gerak biomekanika (Motion Tracking Accuracy) menggunakan sensor gawai sandang (wearables). Hasil komputasi memproyeksikan bahwa integrasi hibrida ini mendongkrak tingkat partisipasi aktif Generasi Z sebesar 48,5% dibandingkan metode konservatif. Pengujian transmisi data IoT pada gerakan dinamis tradisional menunjukkan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0.08 rad dengan tingkat latensi ultra-rendah (&lt; 18 ms), memenuhi standar validitas e-sports internasional. Proyeksi dinamika sistem ekonomi juga mencatatkan potensi peningkatan valuasi industri smart sport lokal hingga Rp 21,4 Triliun pada 2030. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi olahraga tradisional melalui infrastruktur Smart Sport merupakan katalisator strategis untuk melestarikan kearifan Nusantara sekaligus memaksimalkan kapitalisasi ekonomi industri olahraga nasional.</p> 2026-06-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jiopj/article/view/7348 Transformasi Fasilitas Olahraga Konvensional Pendekatan Internet of Things (IoT) untuk Efisiensi Energi dan Layanan Digital. 2026-10-26T04:13:05+00:00 Muhammad Muhammad muhammad54@gmail.com Kamal Kamal kamaluud2@gmail.com Winadati Winadati winadatii4@gmail.com <p>Fasilitas olahraga konvensional dihadapkan pada masalah inefisiensi energi yang akut dan ketidakmampuan merespons tren gaya hidup digital konsumen masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model transformasi cerdas (smart sports facility) menggunakan pendekatan Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan efisiensi energi dan mendigitalkan layanan pengguna. Mengingat tingginya biaya implementasi sistem sensor berskala penuh di dunia nyata, studi ini menggunakan metodologi in silico melalui simulasi komputasional hibrida. Algoritma System Dynamics (SD) digunakan untuk menyimulasikan konsumsi energi tata udara (HVAC) dan tata cahaya berbasis hunian ruang (occupancy-based), sedangkan Agent-Based Modeling (ABM) mengkalkulasi tingkat kepuasan dan adopsi digital dari 10.000 agen pengguna virtual. Hasil simulasi komputasi mendemonstrasikan bahwa integrasi sensor IoT cerdas mampu mereduksi pemborosan energi listrik secara signifikan hingga 42,8% per tahun, menurunkan emisi karbon karbon (carbon footprint) sekaligus memangkas biaya operasional dasar (OPEX). Dari perspektif layanan, implementasi aplikasi booking digital terpadu dan sistem kontrol akses mandiri secara prediktif melontarkan indeks kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index) sebesar 68,5%. Sinergi antara efisiensi biaya dan lonjakan partisipasi ini pada akhirnya diproyeksikan mampu mendongkrak valuasi margin laba bersih fasilitas hingga 2,4 kali lipat dalam siklus 5 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi IoT bukan lagi sekadar pemanis fasilitas (gimmick), melainkan keharusan strategis untuk mewujudkan operasional olahraga yang berkelanjutan (sustainable), efisien, dan berorientasi pada ekosistem digital Society 5.0.</p> 2026-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jiopj/article/view/7349 TRANSFORMASI MENYELURUH SEKTOR OLAHRAGA: SINERGI PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIONAL, SPORT SCIENCES, DAN INOVASI BISNIS DIGITAL 2026-10-26T04:15:15+00:00 Chika Chika chikaenelin@gmail.com Fikri Fikri fikrirahmata@gmail.comm Galih Galih galihsandiana@gmail.com <p>Transformasi ekosistem olahraga di era Society 5.0 membutuhkan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan kekayaan budaya lokal, presisi keilmuan olahraga (sport sciences), dan skalabilitas bisnis digital. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sinergi ketiga pilar tersebut—Pelestarian Permainan Tradisional, Sport Sciences, dan Inovasi Bisnis Digital—dalam sebuah kerangka kerja terpadu. Guna menghindari bias empiris lapangan dan kendala pengumpulan data berskala masif, penelitian ini mengadopsi metodologi eksperimental in silico melalui simulasi komputasional hibrida (Agent-Based Modeling dan System Dynamics). Populasi virtual disimulasikan pada 15.000 entitas agen (merepresentasikan Generasi Z dan Milenial). Algoritma mengeksekusi tiga modul: (1) Presisi biomekanika gerak tradisional menggunakan sensor IoT tersimulasi, (2) Tingkat adopsi platform hibrida menggunakan Model Difusi Bass, dan (3) Proyeksi Return on Digital Investment (RODI). Hasil komputasi menunjukkan bahwa digitalisasi gerak tradisional (seperti pencak silat dan egrang) mencapai tingkat presisi biomekanika tinggi dengan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0.07 radian. Validitas sport science ini memicu kepercayaan pengguna, mendongkrak laju adopsi platform digital sebesar 54,2% dibandingkan aplikasi olahraga konvensional. Secara ekonomi, model bisnis omnichannel yang dibangun di atas pilar budaya dan sains ini diproyeksikan menghasilkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 17,8%, mengatrol valuasi industri keolahragaan lokal menjadi Rp 25,6 Triliun dalam siklus 10 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian permainan tradisional tidak akan bertahan jika hanya mengandalkan sentimen budaya; ia mutlak membutuhkan legitimasi sport sciences dan model monetisasi digital yang agresif agar relevan di pasar global.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jiopj/article/view/7350 Transformasi Olahraga Tradisional ke Era Digital Integrasi Teknologi dan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Jasmani Modern 2026-10-26T04:16:44+00:00 Wahyuni Wahyuni wahyuni1@gmail.com Maria Maria mariaromelon@gmail.com Indra Indra indrakusuma@gmail.com <p>Penelitian ini menginvestigasi transformasi olahraga tradisional ke dalam ranah digital melalui simulasi komputasional dan pemodelan matematis. Di tengah masifnya digitalisasi yang berdampak pada penurunan aktivitas motorik, pendekatan pendidikan jasmani konvensional membutuhkan inovasi disruptif. Studi ini merancang model sistem berbasis motion-tracking dan Augmented Reality (AR) untuk mendigitalkan permainan tradisional (seperti bola kasti). Menggunakan metode eksperimen in silico (simulasi digital), performa gerak dimodelkan melalui persamaan kinematika proyektil dan diuji menggunakan metrik Root Mean Square Error (RMSE). Hasil perhitungan simulasi menunjukkan bahwa sistem mampu melacak koordinat sendi dengan tingkat error di bawah 5% (rata-rata RMSE 0.15 m pada lintasan dinamis). Selain itu, pemodelan parametrik latensi sistem mengonfirmasi bahwa batas kritis latensi untuk menjaga umpan balik waktu nyata (real-time feedback) dan keterlibatan siswa berada pada 35 milidetik, yang secara teoritis memproyeksikan peningkatan student engagement hingga 88.3% dan objektivitas asesmen guru sebesar 24.5%. Penelitian simulasi ini menyimpulkan bahwa digitalisasi olahraga tradisional sangat layak diimplementasikan secara teknis untuk menciptakan ekosistem pembelajaran jasmani yang terukur secara biomekanis dan kaya akan kearifan lokal di era Society 5.0.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/jiopj/article/view/7351 Transformasi Phygital dalam Pendidikan Jasmani Sinergi Permainan Tradisional dan Immersive Virtual Reality untuk Optimalisasi Kebugaran Gen Z 2026-10-26T04:18:12+00:00 Anisa Anisa anisakhoirunisa@gmail.com Anisa Anisa karrtikaputriana@gmail.com Felicia Felicia feliciaangel@gmail.com <p>Penetrasi gaya hidup sedenter di kalangan Generasi Z menuntut adanya disrupsi pedagogis dalam pendidikan jasmani. Penelitian ini menginvestigasi efektivitas pendekatan Phygital (fisik-digital) yang menyinergikan mekanika gerak permainan tradisional (seperti gobak sodor dan tarik tambang) dengan teknologi Immersive Virtual Reality (VR) berbasis exergaming. Karena kendala empiris dalam melakukan uji coba klinis longitudinal skala besar pada lingkungan VR yang kompleks, penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi in silico melalui simulasi komputasional dan pemodelan matematis-fisiologis. Algoritma simulasi dirancang untuk mengeksekusi perhitungan pengeluaran energi (Energy Expenditure/EE), respons denyut nadi komparatif berdasarkan modifikasi formula Karvonen, serta efisiensi pelacakan spasial (spatial tracking latency). Hasil eksekusi komputasi pada 5.000 sampel data entitas virtual memproyeksikan bahwa integrasi Phygital VR mampu mendongkrak pengeluaran Metabolic Equivalent of Task (METs) rata-rata sebesar 26,4% dibandingkan dengan pendekatan konvensional murni. Secara kardiovaskular, sistem hibrida ini juga memperpanjang retensi durasi partisipasi (Time-in-Zone) pada Zona Aerobik Target hingga 41,2%. Lebih dari itu, analisis sensitivitas terhadap arsitektur perangkat keras membuktikan bahwa ambang batas Motion-to-Photon (MTP) latency sebesar &lt;18 milidetik adalah syarat mutlak untuk mencegah cybersickness dan mempertahankan student engagement di level 89%. Kesimpulan konklusif dari penelitian ini membuktikan bahwa transformasi phygital bukan sekadar hiasan teknologi, melainkan paradigma baru yang fungsional untuk mengeskalasi beban kardiovaskular secara manipulatif (menyamarkan kelelahan) sekaligus merawat kelestarian warisan kearifan lokal di hadapan Generasi Z.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani