Eksistensi Hukum Tanah Adat Sebagai Pedoman dalam Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah Adat oleh Masyarakat Adat Woloara Kabupaten Ende
DOI:
https://doi.org/10.55681/jige.v6i4.4684Keywords:
Existence, customary land laws, national agrarian laws, land use and utilisation, the Woloara indigenous peopleAbstract
This study aims to examine and analyse the existence of Woloara customary land law and to examine and analyse the use and utilisation of land by the Woloara indigenous community based on Woloara customary land law. This study is an empirical legal study using three approaches, namely the legislation approach, legal sociology, and legal history. Based on the research conducted, it is known that Woloara customary land law contains important elements, namely commands, permissions, prohibitions, and sanctions, which are also closely related to respect for Embu Mamo (ancestors) and Nggae (God). In the context of this study, the indicators used to analyse the existence of customary land law, particularly among the Woloara indigenous community, are divided into three main aspects, namely: objects, values, and sustainability. Woloara customary land law is still valid and exists in community life, particularly in the use and utilisation of land. This is marked by the permissions, commands, prohibitions, and sanctions created by the Embu Mamo in ancient times, which are still recognised, obeyed, and enforced in community life. This is also evident from the continued use of the same objects, values that are generally unchanged, and sustainability that has shown that elements of customary land law continue to be applied in land use and utilisation activities. Furthermore, based on the results of the study, it is known that customary land law serves as a guideline in the implementation of land use and utilisation, which results in various types of land use and utilisation, namely land use and utilisation based on subject, land use and utilisation based on land type, land use and utilisation based on area function, land use and utilisation based on type of activity, and land use and utilisation based on social status.
Downloads
References
Apriyanto, S. (2019). SINGKRONISASI PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 12 TAHUN 2015 DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA. JURNAL HUKUM SEHASEN, 2(1).
Bayo, R., Wijaya, A. U., & Hadi, F. (2023). Pengakuan Masyarakat Adat Dalam Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 1(1), 1–11.
Citrawan, F. A. (2020). Konsep Kepemilikan Tanah Ulayat Masyarakat Adat Minangkabau. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(3), 586–602.
Harsono, B. (2008). Hukum Agraria Indonesia. Djambatan.
Hernowo, W. S., Zaid, Z., & Erawan, M. A. S. P. (2021). Peran Sociological Jurisprudence Dalam Menciptakan Keefektivitasan Hukum Melalui Living Law. Legalitas: Jurnal Hukum, 13(1), 44–52.
IRWANDI, I. (2010). Pergeseran hukum adat dalam pemanfaatan tanah ulayat kaum di Kecamatan Banu Hampu Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. UNIVERSITAS DIPONEGORO.
Irwansyah dan Ahsan Yunus. (2021). Penelitian Hukum Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel (Edisi Revisi). Mirra Buana Media.
Kartohadiprodjo, S. (1974). Hukum Nasional Beberapa Catatan. BInacipta.
Labibah, I. F., Hasanah, I. Z., & Yalhan, M. A. (2024). Peran Masyarakat Adat dalam Pemanfaatan dan Perlindungan Hukum Tanah Ulayat Sumatera Barat. Journal Customary Law, 1(2), 15.
Maran, M. G. M., Geme, M. T., & Lay, B. P. (2024). Belajar Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kampung Adat Bena. Perspektif Hukum, 244–268.
Maran, M. G. M., Lay, B. P., Rade, S. D., Faot, P., do Carmo, J. D. R., Ngompat, Y. L., Geme, M. T., Pedo, Y., Rabawati, D. W., & Samara, F. (2024). Penyuluhan Hukum tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap untuk Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat di Kelurahan Manulai II Kota Kupang. Journal Of Human And Education (JAHE), 4(6), 627–631.
Mukhtar, M. A. (2018). Tahapan Pembangunan Rumah Tradisional Sa’o Ria Sebagai Upaya Pelestarian Masyarakat Adat Suku Lio Dusun Nuaone Ende. Prosiding Semarnusa IPLBI). Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.
Ndaumanu, F. (2018). Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Upaya Perlindungan Dan Penghormatan Masyarakat Hukum Adat Di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ham, 9(1), 37–49.
Nugroho, B. D. (2015). Hukum Adat Hak Menguasai Negara Atas Sumber Daya Alam Kehutanan & Perlindungan Terhadap Masyarakat hukum adat. PT. Refika Aditama.
Prioharyono, J. E. M. (2012). Kekuasaan politik dan adat para Mosalaki di desa Nggela dan Tenda, kabupaten Ende, Flores. Antropologi Indonesia, 33(3), 180–203.
Rahardjo, S. (2010). Penegakan Hukum Progresif. Penerbit Buku Kompas.
Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.
RUNTOKO, P. (2010). PELAKSANAAN PENGENDALIAN PERUBAHAN STATUS TANAH PERTANIAN MENJADI NON PERTANIAN DI KABUPATEN BANTUL. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Shebubakar, A. N., & Raniah, M. R. (2023). Hukum Tanah Adat/Ulayat. Jurnal Magister Ilmu Hukum: Hukum Dan Kesejahteraan, 4(1), 14–22.
Silviana, A. (2017). Pemanfaatan Tanah Di Atas Hak Pengelolaan Antara Regulasi Dan Implementasi. Diponegoro Private Law Review, 1(1).
Sitepu, E. N. B., Philia, I. T., Saragih, J., Sinaga, M., Latifah, M., & Fitria, D. (2024). Analisis Peran Norma Hukum Dalam Mempertahankan Kestabilan Negara. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik, 2(1), 154–162.
SOLA, I. S. (2023). Ritual Kose dalam Kebudayaan Masyarakat Kamubheka-Ende (Kajian Teologi Kontekstual Model Antropologis dan Relevansinya bagi Penghayatan Iman Kristiani). IFTK Ledalero.
Sulistyowati Irianto. (2003). Perempuan di antara Berbagai Pilihan Hukum (Studi Mengenai Strategi Perempuan Batak Toba untuk Mendapatkan Akses kepada Harta Warisan melalui Proses Penyelesaian Sengketa). Yayasan Obor Indonesia.
Supena, C. C. (2021). Tinjauan Tentang Kaidah Hukum dan Kaidah-Kaidah Bukan Hukum dalam Kehidupan Manusia. Jurnal Moderat, 7, 211–224.
Suwitra, I. M. (2020). Eksistensi tanah adat dan masalahnya terhadap penguatan desa adat di bali. WICAKSANA: Jurnal Lingkungan Dan Pembangunan, 4(1), 31–44.
Wulansari, C. D. (2018). Hukum Adat Indonesia Suatu Pengantar, cetakan ke 5. PT Refika Aditama.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Lembaran Negara RI Tahun 1960 Nomor 104, Sekretariat Negara, Jakarta.
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 68, Sekretariat Negara, Jakarta.
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah, Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 45, Sekretariat Negara, Jakarta.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat, Berita Negara RI Tahun 2014 Nomor 951.
Peraturan Daerah Kabupaten Ende Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Ende, Lembaran Daerah Kabupaten Ende Tahun 2017 Nomor 02.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mary Grace Megumi Maran, Maria Theresia Geme, Benediktus Peter Lay

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








