EDUBINA: Jurnal Pembelajaran Pendidikan Dasar
https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/edubina
<p><strong>EDUBINA: Jurnal Pembelajaran Pendidikan Dasar</strong> is a peer-reviewed academic journal published by the Primary School Teacher Education Study Program of Institut Pendidikan Nusantara Global. This journal is dedicated to the dissemination of high-quality research and scholarly work in the field of primary education. It focuses on innovative teaching practices, curriculum development, learning strategies, assessment methods, and educational policies related to elementary-level education. EDUBINA provides a platform for educators, researchers, and practitioners to share insights, research findings, and practical experiences that contribute to the advancement of teaching and learning in primary education. The journal welcomes interdisciplinary approaches and encourages studies addressing current challenges and innovations in the field. The journal is published twice a year, in <strong>June</strong> and <strong>December</strong>, with <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20250707460025853" target="_blank" rel="noopener"><strong>e-ISSN 3109-273X</strong>.</a></p>Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Pendidikan Nusantara Globalen-USEDUBINA: Jurnal Pembelajaran Pendidikan DasarVALIDITAS MEDIA METAVERSE DALAM MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN SIKLUS HIDROLOGI KELAS 5 SD
https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/edubina/article/view/6342
<p><em>ABSTRAK </em></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan menelaah validitas media berbasis metaverse </em></p> <p><em>dalam meningkatkan hasil dari belajar siklus hidrologi untuk siswa kelas </em></p> <p><em>V SD. Permasalahan utama yang diangkat adalah kesulitan peserta didik </em></p> <p><em>untuk memahami konsep abstrak siklus air yang selalu tidak dapat </em></p> <p><em>dijelaskan secara optimal melalui media konvensional. Kajian ini </em></p> <p><em>menggunakan metode studi literatur untuk menelaah artikel jurnal, buku, </em></p> <p><em>dan publikasi akademik relevan terbitan 2021–2025. Analisis dilakukan </em></p> <p><em>dengan deskriptif kualitatif dan melalui proses mengidentifikasi, </em></p> <p><em>klasifikasi, dan juga sintesis temuan dari literatur yang dikaji.Hasil </em></p> <p><em>kajian menunjukkan bahwa media berbasis metaverse memiliki validitas </em></p> <p><em>tinggi karena memenuhi kriteria pedagogis dan teknologis, serta </em></p> <p><em>didukung oleh penelitian terdahulu yang menegaskan kelayakannya </em></p> <p><em>dalam pembelajaran IPA. Selain itu, metaverse terbukti mampu </em></p> <p><em>meningkatkan hasil belajar siklus hidrologi melalui visualisasi imersif </em></p> <p><em>yang memudahkan siswa memahami proses penguapan, kondensasi, </em></p> <p><em>presipitasi, dan infiltrasi secara lebih konkret. Implikasi teoritis dari </em></p> <p><em>penelitian ini menekankan perlunya integrasi metaverse dalam </em></p> <p><em>pembelajaran IPA sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kesulitan </em></p> <p><em>siswa dalam memahami konsep abstrak, sekaligus juga membuka </em></p> <p><em>sebuah peluang bagi pengembangan suatu model pembelajaran berbasis </em></p> <p><em>teknologi imersif terintegrasi dengan kurikulum sekolah dasar. </em></p>Diyah Ayu SolikhahSri Cacik
Copyright (c) 2026 diyah ayu solikhah, Sri Cacik
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-24219196UPAYA GURU UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN MORAL PADA ANAK SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)
https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/edubina/article/view/103-111
<p><em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan kecerdasan moral (moral intelligence) peserta didik di sekolah dasar melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Kecerdasan moral merupakan kemampuan fundamental yang menentukan kapasitas individu dalam membedakan perbuatan baik dan buruk serta bertindak sesuai prinsip-prinsip etika universal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN 05 Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru PKn kelas IV, V, dan VI yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian mengidentifikasi lima strategi utama yang diterapkan guru, yaitu: (1) pembiasaan nilai moral berbasis rutinitas kelas; (2) pembelajaran berbasis masalah moral (moral problem-based learning); (3) keteladanan guru (teacher modeling); (4) diskusi reflektif dan klarifikasi nilai; serta (5) integrasi sistematis pendidikan karakter dalam setiap kompetensi dasar PKn. Hambatan yang ditemukan mencakup keterbatasan media ajar kontekstual, inkonsistensi nilai antara lingkungan sekolah dan keluarga, serta dampak negatif penggunaan media digital anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan kecerdasan moral memerlukan pendekatan ekosistem pendidikan yang holistik, melibatkan sinergi aktif antara guru, sekolah, keluarga, dan komunitas.</em></p>Lia Pitriatul AripaSyamzaimar
Copyright (c) 2026 Lia Pitriatul Aripa, Syamzaimar
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2421103111IMPROVING PGSD TEACHERS’ PEDAGOGICAL COMPETENCE IN TEACHING PERSONAL PRONOUNS THROUGH CONTEXTUAL GRAMMAR WORKSHOP
https://ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/edubina/article/view/6693
<p>Personal pronouns are a basic yet problematic grammar point for many PGSD teachers. This action research aimed to improve the grammatical and pedagogical competence of 18 elementary school teachers who graduated from PGSD through a Contextual Grammar Workshop. The study was conducted in two cycles at Cluster 3, Mataram. Data from written tests, teaching simulations, and reflections showed significant improvement. The mean score of grammatical competence increased from 61.3 in the pre-cycle to 89.1 in cycle 2. Meanwhile, teaching performance scores rose from 65.2 to 92.3. TPR, games, and contextualized sentences helped teachers understand the difference between subject and object pronouns and design fun activities for young learners.</p>MasyudiM. Wahyu HadiSuparlan
Copyright (c) 2026 Masyudi, M. Wahyu Hadi, Suparlan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-242026-06-2421112116